AS, Singapura, hingga Jerman Resesi, Bagaimana Ekonomi Indonesia -->
logo

1 Agustus 2020

AS, Singapura, hingga Jerman Resesi, Bagaimana Ekonomi Indonesia

AS, Singapura, hingga Jerman Resesi, Bagaimana Ekonomi Indonesia


GELORA.CO - Sejumlah negara dengan kekuatan ekonomi besar sudah memasuki jurang resesi akibat pandemi Corona COVID-19. Meski sama-sama terdampak pandemi, sektor ekonomi Indonesia sejauh ini tak terancam resesi.

Ekonom dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal mengatakan, itu disebabkan bedanya struktur ekonomi Indonesia dengan negara-negara besar yang resesi, seperti Amerika Serikat, hingga Jerman.

Fithra mengatakan, negara maju tersebut struktur ekonominya sangat tergantung dengan rantai perdagangan global. Akibatnya, ketika terjadi lockdown untuk mencegah penyebaran wabah, ekonominya ikut terhenti.

"Indonesia jangankan dengan global, di regional saja kita tertinggal. Dari regional value chain kita tertinggal dari Malaysia, Singapura, Vietnam dan Filipina," kata dia dalam webinar, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Menurut Fithra, itu menjadi satu keuntungan dalam situasi krisis seperti saat ini. Namun, dalam keadaan normal membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lambat, karena hanya bergantung dari konsumsi domestik.

"Nah, kalau begitu berarti resesi di pihak lain belum tentu kita resesi. Betul kita harap kepada mereka sebagai demand global trade partner terbesar kita juga tapi kontributor ekonomi kita bukan dari situ," katanya.

Untuk diketahui, Amerika Serikat resmi resesi setelah ekonominya negatif 32,9 persen pada kuartal II. Kontraksi itu jauh lebih buruk dari kuartal I yang minus 5 persen.

Adapun Jerman, pada kuartal-II 2020 ekonominya minus 11,7 persen secara tahunan. Sebelumnya, pada kuartal-I 2020, ekonomi Jerman minus 2,3 persen.

Sementara itu, Hong Kong mengalami kontraksi negatif sebesar 9 pesen pada kuartal-II 2020. Catatan itu terbilang lebih baik dibanding kuartal-I 2020 yang minus 9,1 persen. 

Singapura pada kuartal II-2020 ekonominya tumbuh negatif 41,2 persen dan pada kuartal I-2020 negatif 3,3 persen. Pun, Korea Selatan pada kuartal II-2020 negatif 3,3 persen. Sedangkan, kuartal I-2020 Korsel negatif 1,3 persen. (*)