21 Kiai Pengasuh Pondok Pesantren Ikut Ngopi Bareng RR Dan Gus Aam -->
logo

24 Agustus 2020

21 Kiai Pengasuh Pondok Pesantren Ikut Ngopi Bareng RR Dan Gus Aam

21 Kiai Pengasuh Pondok Pesantren Ikut Ngopi Bareng RR Dan Gus Aam

GELORA.CO - Perubahan drastis terjadi di dunia pendidikan tanah air di masa pandemik Covid-19. Setidaknya, proses belajar mengajar secara tatap muka langsung tidak bisa digelar demi mencegah sebaran corona semakin meluas.

Dampaknya, kualitas pendidikan dan daya kreativitas yang dihasilkan siswa terancam. Tak terkecuali di lingkungan pesantren.

Begawan ekonomi, DR. Rizal Ramli akan memberikan sejumlah solusi agar pesantren bisa beradaptasi di tengah gejolak dan dampak pandemik Covid-19. Dia tidak ingin pesantren yang dalam sejarah kehidupan bangsa dan negara ikut berperan mewujudkan kesejahteraan masyarakat menjadi redup.

Solusi itu akan dibeberkan dalam sebuah diskusi virtual Ngopi Bareng RR bertajuk "Membangkitkan Ekonomi Pesantren di Tengah Pandemi, Keniscayaan atau Ilusi?". Diskusi akan digelar lewat aplikasi Zoom dengan laman, http://bit.ly/ngopibareng_rr4.

Dalam acara nanti, RR akan membahas solusi pesantren bersama dengan inisiator Komite Khittah NU 1926 (KKNU 26, KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab, yang akrab dipanggil Gus Aam dan juga cucu pendiri NU, KH Wahab Hasbullah.

Selain itu, Jurubicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi juga akan ikut mengulas dan memberikan solusi dalam mengatasi dampak pandemik corona terhadap ekonomi pesantren.

Acara ini juga akan diikuti oleh para pengasuh pondik pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka yang sudah menyatakan diri akan bergabung adalah berikut:

1 . KH Hasib Wahab Chasbullah dari Pondok Pesantren (PP) Abdul Wahab Chasbullah, Jombang

2. KH Ghozi Wahib Wahab dari PP Al Mustahab, Yogyakarta

3. Gus Wachid Muin dari PP Al Wachid, Mojokerto

4. KH Ishaq Masykuri dari PP Kuttabul Banat Lasem, Rembang

5. Gus Abdul Rozak dari PP Nurul Hidayah, Sidoarjo

6. KH Najih MZ dari PP Al Anwar Sarang, Rembang

7. KH Suyuti Thoha dari PP Mansaul Huda, Banyuwangi

8. KH Hasan Abdul Jalal dari PP Nurul Qodim, Probolinggo

9. KH Yahya Romli dari PP Yanbu 'Ulum, Tuban

10. KH Fadholi M Ruham dari PP Al Fudhola, Pamekasan

11. KH Nurun Tajalla dari PP Fadhilatul Quran, Sampang

12. KH Luthfi Bashori dari PP Al Murtadho Al Islam, Malang

13. KH Thamrin dari PP Al Yasini, Jember

14. KH Zaenudin Husni dari PP Tarbiyatul Qulub, Surabaya

15. KH Achmad Fauzi dari PP Raudhotul Falah, Surabaya

16. KH Luthfi Abdul Hadi dari PP Nurul Ihsan, Malang

17. KH Abdul Malik dari PP Haq An Nahdliyah, Sidoarjo

18. KH Abdullah Munif dari PP Anwarul Maliki, Pasuruan

19. KH Amin Tohari dari PP Nurul Aziz, Tuban

20. KH Masrur Mampuri dari PP Al Khitthoh, Probolinggo

21. KH Mamun dari PP Ar Raudhoh, Tulung Agung. (Rmol)