Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, Pengamat Militer: Ada Kesan Para Petinggi TNI Meremehkan Situasi -->
logo

13 Juli 2020

Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, Pengamat Militer: Ada Kesan Para Petinggi TNI Meremehkan Situasi

Secapa AD Jadi Klaster Covid-19, Pengamat Militer: Ada Kesan Para Petinggi TNI Meremehkan Situasi

GELORA.CO - Klaster baru covid-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI-AD, Bandung, menimbulkan tanda tanya terhadap petinggi TNI. Sebab, selama ini aparat TNI terlibat dalam penanganan virus korona di Tanah Air. Namun, di lingkungan sendiri jebol karena terdapatnya klaster baru. Tidak tanggung-tanggung, klater covid-19 timbul di Secapa TNI-AD.

Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengapresiasi keterbukaan informasi dari TNI-AD terkait penanganan Covid-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung. Di sisi lain, ada fakta baru yang cukup mengejutkan.

“Menutupi masalah itu untuk menjaga citra, justru bisa berdampak di kemudian hari jika ternyata situasi memburuk,” kata Fahmi saat dihubungi, Senin (13/7).

“Kalaupun ada hal yang perlu dikritik, itu adalah adanya kesan bahwa para petinggi TNI meremehkan situasi dan terlambat mengantisipasi potensi penularan di lingkungan kesatrian dan lembaga pendidikannya,” imbuhnya.

Fahmi menjaskan, TNI tidak cukup hanya dengan mengandalkan protokol kesehatan perorangan maupun lingkungan. Sebab, epidemiologi sejak dulu sudah mengingatkan besarnya potensi ancaman penularan di lingkungan asrama. Contohnya pada kasus kapal pesiar Diamond Princess maupun sejumlah klaster besar lainnya.

Diketahui, Secapa menjadi klaster baru Covid-19. Pada Kamis (9/7) Secapa AD menjadi salah satu penyumbang terbesar Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-29 Achmad Yurianto menjelaskan, pemeriksaan epidemiologi sudah selesai dilakukan sejak 29 Juni. Tepatnya pada terjadi penularan di klaster pusat pendidikan Secapa TNI.

“Positif 1.262 orang tertular. Terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih di sana,” jelas Yuri dalam konferensi pers, Kamis (9/7).

Dari jumlah yang diidentifikasi, ada 17 orang yang dirawat di RS Cimahi. Ribuan siswa dan pengajar lainnya diisolasi di Secapa TNI. “Sisa lainya 1.245 tanpa keluhan. Saat ini semuanya kita karantina di wilayah pendidikan Secapa di Bandung,” tambahnya.

Yurianto menjelaskan seluruh kompleks perwira sudah dilakukan isolasi karantina. Pihak Secapa juga melarang adanya orang keluar masuk secara bebas di area sekolah. []