Pengamat: Aneksasi Tepi Barat Bisa Picu Perang Terbuka Palestina-Israel
logo

1 Juli 2020

Pengamat: Aneksasi Tepi Barat Bisa Picu Perang Terbuka Palestina-Israel

Pengamat: Aneksasi Tepi Barat Bisa Picu Perang Terbuka Palestina-Israel

GELORA.CO - Aneksasi Tepi Barat yang direncanakan oleh Presiden Benjamin Netanyahu bisa memicu pecahnya perang terbuka antara Israel dan Palestina. Seiring dengan sudah munculnya eskalasi di Jalur Gaza.

Menjelang target aneksasi pada 1 Juli, pada Jumat (26/6), tentara Israel mengatakan dua roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel. Namun tidak ada pihak mana pun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Penembakan roket adalah pesan serius pada dampak aneksasi. Respons keras Israel terhadap tembakan roket juga membawa pesan ke Gaza tentang kemungkinan eskalasi," ujar wartawan Palestina, Khaldoun Barghouti kepada Anadolu Agency.

"Sulit bagi Hamas dan faksi lain untuk tetap diam mengingat apa yang terjadi di Tepi Barat," lanjutnya.

Serupa dengan Barghouti, pengamat Palestina, Wadei Abunassar mengatakan, segala peningkatan militer di Jalur Gaza dapat berkembang menjadi perang.

"Sulit untuk memprediksi kemungkinan skenario eskalasi di Gaza, yang dapat meningkat menjadi perang terbuka," paparnya.

"Konflik sebelumnya antara Israel dan Hamas tidak direncanakan. Semuanya dimulai sebagai eskalasi dan berkembang menjadi perang," lanjutnya.

Menurut Abunassar, setiap eskalasi terbatas bisa berubah menjadi perang jika mediator gagal mengatasinya.

Analis Palestina urusan Israel, Adnan Abu Amer, juga mengatakan, selama ini, Gaza selalu menjadi front utama dalam menanggapi setiap agresi Israel.

"Gaza dapat menanggapi rencana aneksasi Israel, karena kemampuannya lebih besar daripada Tepi Barat yang terkepung," jelas Abu Amer.

"Adegan konfrontasi akan berada di Tepi Barat, sementara Gaza akan siap untuk dukungan," imbuhnya. (*)