UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata
logo

7 Juni 2020

UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

GELORA.CO - Ustaz Abdul Somad (UAS) sempat heran usai mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo-Sandi malah mendapat perlakuan kurang mengenakan.

Hal itu sampaikan UAS secara blak-blakan dalam kanal YouTube Refly Harun pada Sabtu (6/6/2020).

UAS mengaku menyatakan sikap dalam Pilpres 2019 harus dibayar mahal. Pasalnya, setelah mendeklarasikan dukungan dia mengaku mendapat bully.

"Saya hanya melakukan yang perlu saya lakukan agar umat tidak menyalahkan saya di masa akan datang, agar saya tidak abu-abu, saya bersikap, saya berprinsip, walaupun di balik itu saya mesti membayar high cost, harga mahal dengan bully, dengan kebencian, dengan putus persabatan dan lain-lain," kata UAS.

Mendengar jawaban UAS, Refly menambahkan "termasuk juga dilarang sana sini, beberapa kali kan Ustaz dilarang menyampaikan ceramah."
 
Jawab UAS, "Ada satu BUMN yang sudah menyiapkan 3 ribu nasi kotak, tiba-tiba membatalkan dua jam sebelum tabligh akbar, ada BUMN yang mengundang saya setahun sebelumnya untuk hari ulang tahun, dibatalkan seminggu sebelum hari-H," tuturnya.

Selain itu, kata UAS ada rencana Umrah tiba-tiba dibatalkan. Padahal, segela keperluan sudah dipersiapkan, seperti tiket dan penginapan.

"Ada yang sudah siap-siap untuk umroh bersama saya 600 orang, sudah siap tiketnya, sudah siap hotelnya, dibatalkan,"  akunya.

Mendapat perlakuan itu, UAS sempat heran. Sebab, apa yang dilakukannya bukan sebuah kejahatan.

"Saya bukan penjahat, saya bukan melakukan perlawanan mengangkat senjata," ujarnya.[]