Tiga Aksi Atraktif Bupati Luwu Utara, Pengabdian atau Pencitraan
logo

15 Juni 2020

Tiga Aksi Atraktif Bupati Luwu Utara, Pengabdian atau Pencitraan

Tiga Aksi Atraktif Bupati Luwu Utara, Pengabdian atau Pencitraan

GELORA.CO - Cerdas, cantik, dan tangguh. Begitulah kesan sekilas yang terlihat dari sosok Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani. Sepanjang pekan kemarin, dia menjadi perhatian publik setelah foto dan videonya mengendarai sepeda motor trail di jalanan berlumpur viral di media sosial. Sekedar settingan atau pengabdian alami sang Bupati?
"Kalau mengunjungi daerah terpencil, kecamatan yang medannya sulit kami memang biasa menyertakan sepeda motor," kata Indah kepada tim Blak-blakan detik.com melalui aplikasi zoom, Minggu malam (14/6/2020).

Tapi di foto dan video yang viral di media sosial, ia melanjutkan, memang bukan sepeda motor miliknya. Itu milik pengojek di Kecamatan Seko pada 29-30 Mei lalu. Waktu itu dia sedang mengantarkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ke enam dari 12 desa terpencil di Seko. Hal itu dilakukan untuk memastikan pembagian bantuan tepat sasaran. Untuk sampai ke Kecamatan Seko dengan sepeda motor ditempuh sekitar sembilan jam sebab jalannya berkubang dan sebagian tertutup longsoran akibat hujan.

"Untuk bisa lewat kami harus antre. Itu sudah lama, kaget juga kami kok jadi viral sekarang. Kalau ada yang anggap itu pencitraan ya terserah juga," ujar Indah.

Pada pertengahan Maret, Indah Putri Indriani juga menjadi perhatian netizen saat ikut meletakkan batu pertama pembangunan gereja jemaat Ebenhaezer Masamba. Tak cuma itu yang mengagumkan, ternyata dia juga ikut membiayai pembangunan dari koceknya sendiri.

Saat dikonfirmasi, perempuan kelahiran 7 Februari 1977 itu menyebutnya sebagai hal biasa dan wajar di tengah masyarakat Luwu Utara yang heterogen. Penduduk muslim di sana berjumlah 320 ribu orang, sedangkan penduduk Kristen Protestan berjumlah 60 ribu, Katolik 8 ribu, dan penganut Hindu terdapat 12 ribu orang.

"Pada akhir tahun lalu di Kecamatan Rampi saya malah pernah meletakkan bantuan 3 gereja sekaligus dalam satu desa. Jadi wajar saja," tuturnya.

Tak semua aksi Indah yang pernah menjadi dosen ilmu politik di UI dan dua universitas lain di Jakarta dilakukan terbuka atau disebarkan melalui humas pemda. Detik.com pernah mendapat cerita, Indah memborong 5 ton beras justru dari pemilik pabrik penggilingan padi Gapoktan Karya Tani, Suswantopo pada 18 April. Pembelian beras itu untuk menjamin ketersediaan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Selengkapnya, saksikan Blak-blakan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani "Aksi-aksi Atraktif si Bupati(dtk)