Presiden Tibet Peringatkan Nepal Akan Strategi Ekspansionis 'Lima Jari' China -->
logo

24 Juni 2020

Presiden Tibet Peringatkan Nepal Akan Strategi Ekspansionis 'Lima Jari' China

Presiden Tibet Peringatkan Nepal Akan Strategi Ekspansionis 'Lima Jari' China

GELORA.CO -Tibet memperingatkan Nepal akan kebijakan ekspansionis China yang dikenal sebagai Rencana Lima Jari. Di mana China ingin menguasai Ladakh, Nepal, Bhutan, Sikkim, dan Arunachal Pradesh.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Pemerintahan Tibet Pusat, Lobsang Sangay dalam wawancaranya dengan WION yang dikutip oleh ANI News, Rabu (24/6).

"Setelah pendudukan Tibet pada 1960-an, para pemimpin China mengatakan Tibet adalah telapak tangan, sekarang mereka harus menggunakan lima jari," ujarnya.

"Jadi pada 2017, Anda mengalami insiden Doklam yang berbatasan dengan Sikkim dan Bhutan, sekarang Anda memiliki Ladakh. Ini semua adalah bagian dari strategi ekspansionis besar dan jangka panjang yang mereka miliki dan laksanakan sekarang," terangnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Sangay menjelaskan bagaimana Tibet pada akhirnya masuk ke dalam ekspansionis China.

"Cara Tibet diduduki, pertama-tama mereka mengatakan akan membangun jalan dari China ke Tibet. Ini akan membawa kemakmuran bagi orang Tibet. Begitu mereka membangun jalan, mereka membawa truk, tank, senjata, dan segera menduduki kita," paparnya.

Lobsang mengatakan, saat ini Partai Komunis China tengah melakukan kebijakan ekspansionisnya di perbatasan India, untuk mendapatkan Ladakh dengan strategi yang sama.

"Apa yang dilakukan China terhadap Tibet, mereka berusaha tiru untuk India, Nepal," ucapnya.

Beberapa waktu terakhir China dan India tengah bersitegang memperebutkan wilayah perbatasan. Pada awal Juni, sebanyak 20 tentara India tewas setelah bertemur di Lembah Galwan.

Sementara itu, dari laporan Departemen Survei dari Kementerian Pertanian Nepal yang diakses oleh ANI News, ada 10 dari 11 tempat yang sudah dirambah oleh China. Wilayah tersebut seluas 33 hektar dengan aliran sungai sebagai batas wilayah alami.

Di tempat-tempat tersebut, China mulai membangun jalan dan kemungkinan akan mendirikan pos perbatasan. (Rmol)