Perwira India Yang Dibunuh Tentara China Dalam Bentrokan Di Perbatasan, Meninggal Karena Pukulan Batang Besi Di Kepalanya
logo

19 Juni 2020

Perwira India Yang Dibunuh Tentara China Dalam Bentrokan Di Perbatasan, Meninggal Karena Pukulan Batang Besi Di Kepalanya

Perwira India Yang Dibunuh Tentara China Dalam Bentrokan Di Perbatasan, Meninggal Karena Pukulan Batang Besi Di Kepalanya

GELORA.CO -Salah satu korban tewas dalam bentrokan antara tentara India dan China di Lembah Galwan, perbatasan Ladakh, adalah seorang perwira, Kolonel India Santosh Babu. Hasil otopsi menyebutkan, Santosh Babu terkena benturan benda tumpul di kepalanya. Diduga itu karena batang besi dengan paku bertabur.
Selain Santosh, korban yang telah diotopsi adalah dua prajurit yang ketika kejadian sedang bersama Santosh. Keduanya meninggal karena tenggelam di Lembah Galwan. Rumah Sakit SNM di Leh, melaporkan untuk autopsi 17 prajurit lainnya masih dilakukan.

Korban luka-luka saat ini masih dalam perawatan intensif di RS SNM dengan luka yang cukup parah dan belum bisa ditanyai.  Sedangkan 20 tentara lain yang juga luka-luka dirawat di rumah sakit Angkatan Darat, seperti dikutip dari IndiaTimes.

Beberapa yang luka ringan juga tewas karena tidak mendapatkan bantuan tepat waktu.

Pihak rumah sakit mengatakan, beberapa korban meninggal memiliki tanda di leher juga.

"Tenggelam adalah penyebab kematian dalam beberapa kasus," katanya.

Banyaknya korban luka parah yang saat ini dalam penanganan perawatan, dikhawatirkan tidak bisa bertahan lama karena luka yang sangat serius. Keluarga korban sangat mengecam peristiwa ini dan meminta pemerintahan PM Modi menghukum pihak China.

Upacara pemakaman korban tewas telah dilakukan kemarin, Kamis (18/6). Iring-iringan jenazah menangisi kepergian para prajurit. Warga banyak yang mengecam dan melakukan pembakaran fiti-foto Presiden Xi Jinping, yang dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab.

Bentrokan tentara China dan India yang terjadi pada Senin (15/6) sore waktu setempat, adalah insiden terparah dalam beberaa dekade. Pasukan India disebut-sebut telah melanggar perbatasan dan berupaya mendorong pasukan China keluar dari wilayah yang diklaim.

Bentrokan tanpa senjata api itu justru terlihat lebih kejam karena pasukan menggunakan batu serta kayu yang diberi paku. Foto batang-batang besi yang dipenuhi paku beredar di media setelah diperlihatkan oleh seorang pejabat senior militer di perbatasan India-China, yang mengonfirmasi keasliannya.

Analis pertahanan Ajai Shukla, yang pertama kali mengunggah gambar itu dengan sebuah twit, menyebut penggunaan senjata seperti itu "barbarisme".

Pasukan China menyerang pasukan India hingga jatuh dan tercebur di sungai yang dingin dan mengalir deras.

Lembah Sungai Galwan, dengan iklim yang keras dan dataran tinggi, terletak di sepanjang sektor barat LAC dan dekat dengan Aksai Chin, wilayah sengketa yang diklaim oleh India tetapi dikendalikan oleh China, melansir BBC.

Laporan-laporan media mengatakan bahwa pasukan India dan China bentrok di punggung bukit setinggi hampir 4,3 kilometer di sepanjang medan yang curam.

Beberapa prajurit bahkan jatuh ke Sungai Galwan yang mengalir deras dalam suhu di bawah nol, yang membuat mereka sulit untuk bertahan karena suhu yang ekstrim.

Walau pihak China masih belum menyebutkan angka korban, tetapi banyak pihak yang meyakini korban dari pihak China juga sangat banyak. (Rmol)