Kebijakan Luar Negeri Kuba Melawan Sebaran Virus Covid-19
logo

21 Juni 2020

Kebijakan Luar Negeri Kuba Melawan Sebaran Virus Covid-19

Kebijakan Luar Negeri Kuba Melawan Sebaran Virus Covid-19

Oleh:Irhamna
 Negara-Negara di Amerika Latin mayoritas merupakan negara-negara yang diisolir oleh Amerika Serikat. Kuba juga memiliki hubungan yang tidak baik dengan Amerika Serikat, terutama di masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Akan tetapi, Kuba merupakan salah satu negara di kawasan Amerika Latin yang memiliki ambisi kuat dalam memerangi virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kuba untuk menjadi garda terdepan dalam situasi pandemik.

Disisi lain, Kuba juga mengalami keterpurukan ekonomi akibat embargo yang dijatuhkan Amerika Serikat. Kendala lain yang dihadapi Kuba di tengah situasi pandemik seperti ini juga disebabkan karena minimnya jumlah bantuan  penanganan virus Covid-19 yang diberikan oleh Amerika Serikat.

Kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba di tengah situasi pandemi adalah mengeluarkan Kuba dari daftar negara-negara yang berhak menerima 508 juta dolar AS bantuan asing, padahal organisasi internasional telah meminta AS untuk mengurangi embargo dan sanksi ekonomi terhadap Kuba.

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi Kuba di saat harus bertahan dalam situasi pandemik sekaligus keterpurukan ekonomi dan lebih bergantung pada bantuan China dan Rusia, akan tetapi faktor-faktor tersebut tidak menjadi suatu hambatan bagi Kuba hingga saat ini telah berhasil melawan virus corona.

Keberhasilan Kuba dalam melawan Covid-19 membuat Kuba lebih percaya diri untuk tampil menjadi pusat perhatian dunia internasional. Salah satu kebijakan luar negeri Kuba dalam memerangi pandemik adalah dengan melakukan diplomasi medis yang bertujuan untuk menjadi garda terdepan dalam memerangi Covid-19.

Kuba telah mengirimkan dokter, perawat dan tenaga medis lainnya dengan total sekitar 900 tim medis untuk merawat pasien Covid-19 ke 19 negara dalam kurun waktu kurang dari dua minggu. Di antara negara yang menerima bantuan medis dari Kuba yaitu Meksiko, Venezuela, Jamaika, Angola dan Italia.

Meskipun Kuba masih berstatus sebagai negara berkembang yang termasuk ke dalam wilayah Amerika Latin, namun peranan Kuba di kancah internasional sangat besar di situasi pandemik Covid-19. Ini bukan satu-satunya bantuan yang diberikan Kuba dalam membantu bencana global. Saat gempa bumi 2006 di Indonesia yang menjatuhkan banyak korban jiwa, Kuba telah mengerahkan tim medisnya untuk membantu rumah sakit bantuan pemerintah Kuba. Hal yang sama juga terjadi ketika terjadi tsunami Aceh dan Sri Lanka, Kuba juga membantu dengan mengirim ahli medis ke lokasi kejadian bencana.

Dalam penanganan Covid-19, ahli kesehatan Kuba juga telah berhasil menemukan antivirus Covid-19.  Antivius yang industri bioteknologi Kuba bernama ‘Recombinant Interferon Alpha 2B’ atau disebut IFNrec.

Komisi Kesehatan Nasional China telah menetapkan antivirus tersebut sebagai salah satu dari 30 obat yang dinilai efektif menyembuhkan penyakit pernapasan. (health.grid.id).

Dalam upaya memerangi pandemik, Kuba juga telah melakukan kerjasama kesehatan dengan China. hangHeber, Biotech, dan Changchun Heber Biological Technology adalah tiga perusahaan yang telah bergabung dalam kerja sama Cina-Kuba di sektor bioteknologi.

Kedekatan Kuba dengan China semakin erat di tengah situasi pandemik, sedangkan hubungan Kuba dengan Amerika Serikat semakin buruk. Oleh karena itu, Donald Trump pernah melontarkan tuduhan kepada Kuba yang mengimbau negara-negara untuk menolak misi medis Kuba.

Tuduhan tersebut dinyatakan Donald Trump dengan alasan Kuba telah melakukan eksploitasi terhadap pekerjanya. Akan tetapi, tuduhan Trump direspon oleh Kuba sebagaimana pernyataan Dutabesar Kuba untuk Afrika Selatan, Rodolfo Bentez Verson yang mengatakan “ini adalah masa solidaritas dan kerja sama. Jika kita bertindak bersama, kita dapat menghentikan penyebaran virus corona dengan cara yang lebih cepat dan lebih hemat biaya".

Tuduhan yang dilontarkan Donald Trump terhadap Kuba membuat negara-negara di dunia tidak menhiraukan desakan Trump. Sebaliknya, banyak negara yang menyambut baik bantuan medis Kuba. Dalam situasi pandemik Covid-19 nyatanya Kuba telah berhasil melakukan kebijakan luar negerinya dengan melakukan diplomasi medis ke kancah global.

Selain itu, Kuba juga semakin mempererat hubungan kerjasama dengan China. Hal ini dapat menjadi potensi bagi Kuba untuk setidaknya membuat beberapa negara menaruh kepercayaan terhadap Kuba .Kondisi seperti ini dapat membantu. 

(Mahasiswa jurusan hubungan intenasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)