Haris Rusly Moti: Ada Pertentangan Dalam Tubuh Kekuasaan Yang Sebabkan Penguasa Rubuh
logo

5 Juni 2020

Haris Rusly Moti: Ada Pertentangan Dalam Tubuh Kekuasaan Yang Sebabkan Penguasa Rubuh

Haris Rusly Moti: Ada Pertentangan Dalam Tubuh Kekuasaan Yang Sebabkan Penguasa Rubuh

GELORA.CO - Kehadiran pagebluk virus corona baru atau Covid-19 dan suara oposisi yang kian lantang seolah-olah menjadi tameng untuk membenarkan alasan kapal pemerintah karam.
Padahal jauh sebelum Covid-19, laju ekonomi yang dicapai pemerintahan Joko Widodo memang sudah anjlok.

Begitu terang aktivis Haris Rusly Moti dalam kicauannya di akun Twitter @motizenchannel sesaat lalu, Jumat (5/6).

“Covid 19 dan oposisi jadi kambing hitam dari karamnya kapal pemerintahan Jokowi. (Padahal) ekonomi nyungsep bukan karena covid, sebelumnya ekonomi sudah menuju merah,” tegasnya,

Laju ekonomi di tahun 2019 memang stagnan di kuartal pertama hingga ketiga. Lajunya tertekan pada angka 5 persen. Sementara pada kuartal keempat, pertumbuhan ekonomi terjun bebas dari angka 5 persen, yaitu ke angka 4,97 persen.

Sedangkan pada kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi anjlok di angka 2,97 persen. Pemerintah beralasan bahwa hal itu diakibatkan karena pandemik virus corona. Di mana virus ini kali pertama dinyatakan masuk Indonesia adalah di awal bulan Maret.

Haris Rusly Moti menilai, kapalnya kapal pemerintah bukan karena Covid-19 dan gerakan oposisi semata. Tapi ada faktor lain.

Dalam hal ini, mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu menduga ada faktor internal yang kuat mempengaruhi kerja pemerintah yang tidak maksimal.

“(Ada) pertentangan dalam tubuh kekuasaan yang menyebabkan penguasa rubuh,” tekannya.

Haris Rusly Moti sempat mengaku menerima informasi mengenai manuver faksi tertentu di tubuh pemerintahan untuk mengambil alih kekuasan.

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi pernyataan Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens soal kemungkinan kudeta.
Boni Hargens katakan ada rencana kudeta manfaatkan situasi COVID. Aku yakin rencana kudeta itu tak mungkin dilakukan oposisi,” tulis Haris Rusly Moti.

“Aku justru dapat informasi, ada faksi-faksi di dalam tubuh kekuasaan yang berencana tendang Joko Widodo dari jabatan Presiden,” sambungnya. (Rmol)