Cerita Pak RW Semalam Suntuk Saksikan Novel Baswedan Tangkap Nurhadi

Cerita Pak RW Semalam Suntuk Saksikan Novel Baswedan Tangkap Nurhadi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono akhinya bisa ditangkap KPK setelah lama buron.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan ternyata yang memimpin langsung proses penangkapan Nurhadi dan menantunya di sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17, RW 08, Nomor 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) malam.

Ketua RW 08, Bambang Wahyudi, mengaku menyaksikan langsung tim KPK yang dipimpin Novel saat menangkap Nurhadi dan Rezky.  Dia mengaku, proses penangkapan berlangsung sekitar sepuluh jam sejak pukul 9 malam hingga pukul 6 pagi. 

"Saya dari jam 21.00 malam sampai jam 06.00 pagi saksiin," katanya saat ditemui Suara.com di lokasi rumah Nurhadi ditangkap, Rabu (3/6/2020).

Bambang mengaku awalnya dirinya dikabarkan Ketua RT setempat ketika petugas KPK hendak menyergap Nurhadi dan menantunya. 

"Awalnya tim KPK datang, kebetulan saya lagi di kelurahan ditelepon sama hansip saya terus saya datang pak RT datang. Yaudah ini komplit terus masuk," kata dia. 

Dia pun mengaku sempat syok ketika melihat Novel Baswedan di lokasi penangkapan. 

"Saya sempet kaget juga, eh Pak Novel. Saya salamin terus dia ngejelasin (giat penangkapan), saya bilang silakan-silakan. Saya kan enggak lupa dari matanya," ungkap Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan dua buronan dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016 itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

"Tadi usai maghrib saya diminta teman-teman satgas penyidik untuk ke kantor, berdiskusi rencana penangkapan. Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD (Nurhadi) dan menantunya, RH (Rezky Herbiyono)," kata Nawawi saat dihubungi wartawan.

Nawawi menyebut keduanya ditangkap di sebuah rumah di kawasan Jaksel. Namun, Nawawi tak menjelaskan apakah rumah yang menjadi lokasi penangkapan itu adalah milik Nurhadi atau bukan. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita