Viral Foto Pelat Nomor Mobil Habib Umar Palsu, Polisi: Hoax
logo

21 Mei 2020

Viral Foto Pelat Nomor Mobil Habib Umar Palsu, Polisi: Hoax

Viral Foto Pelat Nomor Mobil Habib Umar Palsu, Polisi: Hoax


GELORA.CO - Sebuah foto yang menampilkan data nomor polisi N-1-B atas nama pemilik Umar Abdullah Assegaf alias Habib Umar beredar di media sosial dan grup-grup WhatsApp pada Kamis, 21 Mei 2020. Hal itu terjadi menyusul video viral insiden adu pukul Habib Umar Assegaf Bangil dengan petugas Satpol PP di check point PSBB di Exit Tol Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 20 Mei 2020. Tertulis keterangan pada foto data nopol itu: STNK-palsu.

Dalam foto, pelat N-1-B tertulis untuk kendaraan roda empat jenis sedan merk Vios1.5 G AT rakitan 2016 berwarna silver metalik. Foto itu berbeda dengan mobil berpelat sama yang terpakai di mobil Toyota Camry warna hitam yang ditumpangi Habi Umar Assegaf, sebagaimana terlihat dalam video yang viral itu.

Dikonfirmasi soal beredarnya foto soal data nopol N-1-B itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, data di foto itu tidak benar alias palsu. “Hoax (data dan keterangan di foto dengan nopol beredar),” katanya melalui pesan tertulis kepada VIVA.

Penelusuran melalui website resmi Samsat Jawa Timur juga menguatkan pernyataan Trunoyudo tersebut. Berdasarkan itu, mobil dengan pelat nomor N-1-B memang tertulis untuk kendaraan sedan merek Toyota tipe Camry 2.5V AT dengan warna hitam metalik.

Sebelumnya sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik yang sempat viral di media sosial memperlihatkan, seorang pria dengan menggunakan gamis dan memegang serban terlihat keluar dari mobil lalu adu argumen dengan petugas gabungan yang berjaga di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Exit Tol Satelit Surabaya, Jawa Timur.

Insiden bermula ketika petugas menghentikan mobil tersebut yang melaju dari arah Malang, dan keluar di Exit Tol Satelit Surabaya. Petugas melakukan pemeriksaan karena pelat mobil adalah N (Pasuruan), bukan L (Surabaya) dan W (Sidoarjo atau Gresik).

Pria tersebut tak terima disuruh putar balik oleh petugas, sehingga pria yang disinyalir Habib Umar Assegaf Bangil protes hingga turun dari Toyota Camry yag ditumpanginya. Polisi menegur pria bergamis itu karena pengemudinya sempat tidak memakai masker dan jumlah penumpang melebihi ketentuan PSBB. Namun, pria bergamis itu tetap menolak dengan suara bernada keras.

Lalu datang petugas berseragam Satuan Polisi Pamong Praja ikut menegur. Cekcok akhirnya terjadi hingga kemudian si pria bergamis dan petugas Satpol PP adu fisik. Mobil berwarna hitam itu akhirnya putar balik.[viva]