Minta Presiden Jelaskan Maksud Berdamai Dengan Covid-19, Nasir Djamil: Apa Kata Dunia?
logo

17 Mei 2020

Minta Presiden Jelaskan Maksud Berdamai Dengan Covid-19, Nasir Djamil: Apa Kata Dunia?

Minta Presiden Jelaskan Maksud Berdamai Dengan Covid-19, Nasir Djamil: Apa Kata Dunia?

GELORA.CO - Apakah makna berdamai yang dimaksudkan Presiden ini meminta masyarakat untuk berkawan dengan virus yang nyata-nyata telah menimbulkan kematian ratusan rakyat Indonesia ini, atau seperti apa?  

Sebab, secara sederhana pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan jerih payah para tenaga medis hingga aparat TNI-Polri yang telah berjibaku melawan Covid-19.  

Demikian ditegaskan anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (16/5).

"Kalau berdamai itu maksudnya kita berteman dengan virus corona, itu boleh dibilang kita menisbikan apa yang telah dilakukan para tenaga medis dan pengorbanannya. Kita menihilkan apa yang telah dilakukan oleh TNI dan Polri dalam upaya mendisiplinkan masyarakat," ujar Nasir Djamil dengan nada keheranan.

"Karena itu, agar publik tidak bingung dan dinilai mengalihkan perhatian terhadap usaha pemerintah menuntaskan Covid-19, maka sangat arif kalau Presiden harus menjelaskan apa maksud berdamai dengan Covid-19 itu," imbuhnya menegaskan.

Menurut politikus PKS ini, pernyataan Kepala Negara yang meminta rakyatnya berdamai dengan Covid-19 sangat membingungkan. Ketika semua masyarakat diminta untuk bertahan di rumahnya masing-masing dalam rangka melawan Covid-19, sekarang Presiden justru mengajak masyarakat untuk berdamai.

"Kalau berdamai itu apakah artinya kita mengalah? Di mana posisi negara agar bisa melindungi warganya? Kalau berdamai itu artinya kita diminta untuk melakukan aktivitas seperti keadaan normal, apa kata dunia?" tutur Nasir Djamil.

Jangan lagi membuat bingung publik. Rakyat membutuhkan kerja keras pemerintah. Karena itu kita juga mengharapkan masyarakat membantu pemerintah dengan cara mematuhi aturan dan kebijakan serta imbauan pemerintah secara disiplin dan bertanggungjawab," tutupnya. (Rmol)