Kata Dubes Singapura Soal Tingginya Kasus Corona dan Rendahnya Kematian
logo

4 Mei 2020

Kata Dubes Singapura Soal Tingginya Kasus Corona dan Rendahnya Kematian

Kata Dubes Singapura Soal Tingginya Kasus Corona dan Rendahnya Kematian

GELORA.CO - Singapura kini tercatat sebagai negara dengan kasus positif virus Corona atau COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara. Sejauh ini, negeri Singa itu telah mencatat 18.205 kasus positif Corona, dengan 18 kematian.
Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar, mengatakan bahwa tingginya jumlah kasus Corona di Singapura dikarenakan pengujian ekstensif yang dilakukan.

"Dari rata-rata 2.900 tes per hari pada awal bulan April, kami dapat meningkatkan tes sampai lebih dari 8.000 tes per hari pada akhir bulan April. Ini diartikan tingkat pengujian sekitar 2.100 per 100.000 orang," kata Anil dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2020).

Sehingga, dengan meningkatnya intensitas pengujian, maka semakin banyak pula kasus yang teridentifikasi. Hal ini memampukan kami memberikan perawatan dini bagi individu yang terinfeksi, dan melakukan pelacakan untuk mencegah penularan lebih luas," imbuh Anil.

Lonjakan kasus Corona di Singapura sebagian besar terjadi di kalangan pekerja migran yang tinggal di asrama-asrama. Banyaknya kasus ditemukan karena pengujian ekstensif dilakukan secara proaktif.

"Kami melakukan pengujian terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan kasus yang terkonfirmasi, termasuk juga kepada mereka yang tidak memiliki gejala," kata Anil.

Sebagian besar kasus dari asrama pekerja asing bersifat ringan. Namun demikian, kami melakukan segala yang kami bisa demi kesehatan, mata pencaharian, dan kesejahteraan mereka," imbuh Dubes Singapura tersebut.

Situasi di Singapura terkendali, kami menemukan tantangan baru tapi kami bisa mengatasinya, khususnya menyangkut para pekerja asing yang terinfeksi," tutur Anil.

Anil juga menekankan bahwa fokus pemerintah Singapura adalah menjaga angka kematian tetap rendah. "Begitu mereka sakit langsung dirawat, diisolasi sehingga tidak terjadi penularan yang cepat," tandas Anil.

Anil menegaskan bahwa pendekatan pemerintah Singapura adalah untuk membatasi dan memperlambat penularan virus agar tidak memperberat sistem perawatan kesehatan, mencegah kematian yang dapat dihindari, dan memastikan bahwa pasien memiliki peluang lebih baik untuk pulih.(dtk)