Jika PSBB Tak Direlaksasi, PDIP: Banyak Orang yang Akan Sakit Jiwa
logo

5 Mei 2020

Jika PSBB Tak Direlaksasi, PDIP: Banyak Orang yang Akan Sakit Jiwa

Jika PSBB Tak Direlaksasi, PDIP: Banyak Orang yang Akan Sakit Jiwa

GELORA.CO - Politikus PDIP Darmadi Durianto mendesak pemerintah mengkaji kembali penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah mulai berefek negatif terhadap perekonomian.

Menurutnya, penerapan PSBB mesti memperhatikan efek turunan lainnya semisal efek ekonomi dalam jangka panjang.

"PSBB harus direlaksasi. Jika tidak direlaksasi maka pertumbuhan ekomoni akan -3%," kata Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Selasa (05/05/2020).

Jadi, kata dia, agar ekonomi tetap berjalan maka secepatnya pemerintah mesti melonggarkan PSBB tentunya dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan.

"Pusat-pusat perdagangan, mall-mall dan toko-toko harus segera dibuka. Pabrik harus buka dengan protokol kesehatan yang ketat. Dimonitor saja," tandas Anggota komisi VI itu.

Menurutnya, jika penerapan PSBB tidak memikirkan dampak ekonomi maka akan ada dampak cukup serius yang akan ditanggung negara ini kedepannya.

"Kalau enggak supply side rusak, hancur berantakan. Sistem rantai daya beli dan daya pasokan masyarakat hancur atau dikorbankan maka pemulihan lama. Supply chain hancur. Pemulihan ekonomi nanti akan bergeser dari kurva V ke U dan ke L," kata Legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.

Darmadi beralasan bahwa relaksasi diperlukan, karena ada sejumlah efek yang akan timbul dan cukup serius efeknya.

"Pertama, pertumbuhan ekonomi kuartal ke 2 bisa jatuh ke minus 3%. Kedua, masyarakat sudah aware atau sadar akan bahaya Covid-19, jadi mereka akan self distancing dan stay safe dimana-mana. Ketiga, banyak orang yang sakit jiwa karena dirumah terus sehingga Psychic costnya naik," pungkasnya. (*)