Cerita Eksekutor Gelisah Jelang Eksekusi Jamaluddin
logo

21 Mei 2020

Cerita Eksekutor Gelisah Jelang Eksekusi Jamaluddin

Cerita Eksekutor Gelisah Jelang Eksekusi Jamaluddin

GELORA.CO - Eksekutor pembunuhan hakim Jamaluddin, Reza Fahlevi, sempat mengurungkan niat mengeksekusi korban. Reza pun diketahui tampak gelisah menjelang eksekusi tersebut.
Kegelisahan itu diungkapkan oleh terdakwa Jefri Pratama, yang tak lain adalah abang kandungnya, saat ditanyai oleh penasihat hukum Reza. Jefri menyebutkan adiknya itu gelisah saat berada di lantai tiga rumah korban menjelang eksekusi.

Saat berada di lantai tiga rumah korban, Reza ada merokok. Bagaimana gestur si Reza saat merokok?" tanya penasihat hukum Reza.

"Ada. Agak gelisah," jawab Jefri saat bersaksi untuk terdakwa Reza, Rabu (20/5/2020).

Kemudian, Jefri ditanyai terkait adakah Reza menyebutkan mau mengurungkan niat tidak melakukan itu. Jefri pun disebut saat itu sempat mengusap kepala adiknya tersebut.

"Pada waktu di lantai tiga, Reza ada mengurungkan niatnya tidak melakukan. Apa yang dikatakan Reza pas Anda usap kepala Reza? Reza kan sempat menyebutkan, dia mengurungkan niatnya?" tanya penasihat hukum Reza.

"Kalau mengusap kepala selalu saya lakukan terhadap adik saya. Ungkap kasih sayang saya," ujar Jefri.

Jefri menjelaskan, sewaktu setelah pertemuan di Caffe Town, Reza sempat menjelaskan kepada dirinya terkait pembunuhan itu. Reza menyebutkan hal tersebut sangat berbahaya.

"'Bang ini sangat berbahaya,' (kata si Reza). Jadi saya bilang, 'Dek tolonglah Kak Hanum, dia dalam keadaan tertekan,'" sebut Jefri.

Jefri selanjutnya ditanyai terkait adakah Reza menyebutkan kalau dirinya takut saat berada di lantai tiga rumah korban. Jefri mengaku tidak mengingatnya lagi. "Saya lupa," sebut Jefri.

Jefri mengaku tidak berpikiran mencari orang lain untuk mengeksekusi korban. Menurutnya, dia lebih percaya kepada adiknya itu. "Saya lebih percaya sama adik saya sendiri," sebut Jefri.

Dia pun menyebutkan tidak ada cara khusus untuk membujuk Reza. Dia hanya menjelaskan kemelut yang terjadi pada Zuraida Hanum.

"Tidak ada secara khusus. Saya hanya menjelaskan ke adek saya. Bantulah Kak Hanum. Bantulah abangmu ini," ujar Jefri.

Kemudian Jaksa mengajukan beberapa pertanyaan kepada Jefri. Jaksa bertanya maksud Jefri datang ke tempat Reza atas tujuan apa.

"Apakah di lontong malam itu, Reza sudah tahu hubungan Saudara sama Zuraida Hanum udah tahu nggak?" tanya jaksa.

"Sudah. Hanya sebagai teman," ujar Jefri.

"Lalu di lontong malam itu, apa yang Anda jelaskan sama Reza?" tanya jaksa.

"Saya jelaskan bahwa Zuraida Hanum ada masalah dengan suaminya," jawab Jefri.

"Apa maksud Saudara menceritakan rumah tangga Zuraida ke Reza. Sedangkan Reza baru sekali bertemu Hanum. Apa motivasinya?" tanya Jaksa.

"Hanya menjelaskan saja. Apa yang dialami Hanum," jawab Jefri.

"Kan ada keterangan Saudara, 'Nanti saya pertemukan dengan Zuraida Hanum,'" tanya Jaksa.

"Itu waktu yang kedua kalinya (ke lontong malam Reza)," jawab Jefri.

"Kemudian, kan itu yang kedua kali apa yang menjelaskannya?" tanya jaksa.

"Bahwasanya, bahasa saya ini tidak bohong berjumpa dengan Zuraida," jawab Jefri.

"Apakah saat itu udah ada niat Saudara ajak Reza?" tanya hakim.

"Niat saya, hanya menjelaskan saja," sebut Jefri

"Fakta baru, ada dua kali Jefri ke rumah Reza."(dtk)