Bermasalah, Proyek Perumahan Menantu Presiden Jokowi Diprotes Warga
logo

4 Mei 2020

Bermasalah, Proyek Perumahan Menantu Presiden Jokowi Diprotes Warga

Bermasalah, Proyek Perumahan Menantu Presiden Jokowi Diprotes Warga

GELORA.CO - Proyek perumahan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bobby Nasution di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi diprotes warga.

Bobby yang mengerjakan proyek perumahan dengan bendera PT Wirasena Citra Reswara (WCR) tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Dikutip dari Radar Sukabumi, proyek perumahaan miliki menantu Presiden Jokowi itu seperti belum ada drainase dan bak penampungan material cut and fill. Sehingga bila hujan deras turun, material tanah yang berubah jadi lumpur itu, menerjang pemukiman warga dan perusahaan PT GSI Cikembar

Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi Budi Setiady mengatakan, persoalan aktivitas proyek perumahan Bobby Nasution ini, selain diprotes warga juga dipersoalkan oleh PT GSI Cikembar. Lantaran, pada beberapa bulan lalu material cut and fill yang berasal dari proyek perumahan tersebut telah menerjang pemukiman warga dan masuk ke lokasi PT GSI.

“Saat itu, pihak PT GSI Cikembar telah melayangkan surat terkait persoalan ini kepada DLH. Setelah itu, kami langsung memfasilitasi mereka untuk duduk bersama mencari solusinya. Namun, sampai saat ini belum menemukan solusi yang baik.

Sehingga, PT GSI menempuh jalur hukum melalui gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Cibadak,” jelas Budi (5/11/2019) dikutip dari Radar Sukabumi.

proyek perumahan subsidi ini milik menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution dan dikerjakan oleh PT Wirasena Citra Reswara (WCR). Rencananya, proyek perumahan ini akan dibangun di atas tanah 35 hektare dengan jumlah 1.500 unit rumah.

“Untuk tahap awal, kita targetkan 500 unit rumah dulu. Selanjutnya nanti akan kita kembangkan,” kata Bobby Nasution.

Menurutnya, dipilihnya daerah Sukabumi sebagai lokasi proyek ini karena berdasarkan pengkajian dan pertimbangan, di wilayah Sukabumi ini banyak para buruh pabrik dan warga yang belum memiliki rumah.

“Selain tepat sasaran, kita juga sangat tertarik berinvestasi di sini sesuai dengan program pemerintah pusat dalam mewujudkan rumah bagi warga tidak mampu,” pungkasnya. (*)