Yang Perlu Diketahui soal Virus Hanta di Tengah Pandemi Corona
logo

27 Maret 2020

Yang Perlu Diketahui soal Virus Hanta di Tengah Pandemi Corona

Yang Perlu Diketahui soal Virus Hanta di Tengah Pandemi Corona

GELORA.CO - Virus Hanta mendadak menjadi viral di tengah pandemi virus Corona. Namun, sebenarnya Hantavirus bukan virus jenis baru seperti Corona. Berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang virus Hanta.

Mulanya perbincangan soal virus Hanta menjadi trending di Twitter. Virus ini ditularkan melalui ke hewan ke manusia. Banyak yang panik karenanya, mengingat pandemi virus corona COVID-19 masih belum teratasi.

Salah satu unggahan terkait virus Hanta ada di akun @globaltimesnews, yang membagikan informasi tentang hal itu. Seorang warga Provinsi Yunnan disebut meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dengan bus sewaan.

Warga tersebut dikatakan positif terinfeksi hantavirus atau virus hanta. Konon, sebanyak 32 penumpang lainnya diperiksa. Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang cerita ini.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut virus Hanta adalah keluarga virus yang disebarkan utamanya oleh rodent atau hewan pengerat, termasuk tikus. Infeksi virus Hanta jenis apapun pada manusia bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.

Bukan Virus Jenis Baru

Namun, di tengah kepanikan soal virus Hanta ini, perlu diketahui bahwa Hanta bukan jenis virus baru. Pada Mei 1993, wabah penyakit paru yang tidak dapat dijelaskan terjadi di Amerika Serikat di wilayah Arizona, New Mexico, Colorado, dan Utah yang dikenal sebagai "The Four Corners". Saat itu seorang lelaki muda sehat menderita sesak dan dilarikan ke rumah sakit Mexico namun meninggal dengan sangat cepat.

Selang beberapa minggu, kasus-kasus tambahan penyakit dilaporkan di daerah Four Corners. Campuran khusus gejala dan temuan klinis mengarahkan para peneliti menjauh dari kemungkinan penyebabnya, seperti paparan herbisida atau jenis baru influenza, dan terhadap beberapa jenis virus.

Ahli virologi di CDC menggunakan beberapa tes, termasuk metode baru untuk menentukan gen virus pada tingkat molekuler, dan mampu menghubungkan sindrom paru dengan virus, khususnya jenis virus Hanta yang sebelumnya tidak diketahui.

Virus Hanta diketahui menyebar dari tikus ke manusia jika seseorang bersentuhan langsung dengan urin, tinja, dan air liur tikus. Kasus awal virus Hanta sebelumnya juga dikonfirmasi pada seorang pria Utah berusia 38 tahun pada 1959.(dtk)

loading...
close
Subscribe REKAT TV