Wali Kota Solo: Mending Disalahkan Orang Waras daripada Disalahkan Orang Sakit

Wali Kota Solo: Mending Disalahkan Orang Waras daripada Disalahkan Orang Sakit

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona pada Jumat (13/3), usai wafatnya seorang pasien corona di RS Moewardi.

Keputusan itu diambil untuk meredam penyebaran virus bernama resmi COVID-19 itu, di Solo. Ia pun tak mempermasalahkan jika ada pihak yang menyebut keputusannya sebagai lockdown.

"Mau dikatakan lockdown boleh, kalau saya melakukan juga salah, tidak? Jika salah, mending saya disalahkan orang waras, daripada disalahkan orang sakit," ucap FX Hadi di Loji Gandrung, Solo, Jumat  malam (13/3).

Berikut 16 kebijakan yang diberlakukan di Surakarta sebagai antisipasi KLB corona:
  1. Kota Surakarta dinyatakan KLB Corona. 
  2. CFD ditiadakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.  
  3. Murid-murid sekolah mulai TK sampai dengan SMA, baik negeri dan swasta, belajar di rumah.  
  4. Pentas WO Sriwedari, ketoprak diliburkan.  
  5. Kegiatan OR di GOR Manahan dan Sriwedari ditutup.  
  6. Destinasi dan transportasi pariwisata ditutup. 
  7. Upacara dan apel bersama di Balai Kota ditiadakan. 
  8. Event olahraga dan budaya dibatalkan atau ditunda. 
  9. Kegiatan kunjungan kerja dan penerimaan kunjungan kerja dibatalkan. 
  10. Lomba ditunda sampe 2 minggu ke depan. 
  11. Musrenbang RKPD ditunda selama 2 minggu. 
  12. Mal dan pasar harus sediakan tempat cuci tangan dan sabun. 
  13. Pemusnahan kelelawar, kalong dan codot di Pasar Depok. 
  14. Untuk sementara hindari salaman dan cipika-cipiki.  
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita