Wabah Virus Corona Di Inggris, Boris Johnson Tidak Melakukan Jabat Tangan Lagi

Wabah Virus Corona Di Inggris, Boris Johnson Tidak Melakukan Jabat Tangan Lagi

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson akan memimpin rapat darurat membahas wabah virus corona, seiring dengan banyaknya tuntutan untuk melakukan tindakan penyebarannya.

Jumlah kasus virus corona terus meningkat di Inggris dan penjuru dunia. Kami sangat siap dan akan terus membuat keputusan untuk melindungi publik berdasarkan saran ilmiah terbaru," ujar Johnson.

Dalam rapat itu hadir pula Prof Chris Whitty, kepala penasihat medis pemerintah, dan Sir Patrick Vallance, kepala penasihat ilmiah pemerintah.

Prof Chris Whitty menyatakan dalam rapat tersebut, bahwa telah diputuskan bagi siapa saja yang menderita demam untuk beristirahat mengisolasi diri selama seminggu di rumah. Menurutnya, seseorang kemungkinan memiliki gejala yang rendah, tetapi sebaiknya tidak diabaikan begitu saja sebab infeksi bisa meluas dengan cepat. 

"Para menteri dalam waktu dua minggu akan menyarankan siapa saja yang menderita demam atau infeksi saluran pernapasan ringan untuk tinggal di rumah selama tujuh hari," ujar  Whitty, melansir Guardian, Selasa (9/3).

Whitty juga meyakinkan, pemerintah akan menyaring semua orang yang tiba di rumah sakit dengan melakukan skrining, terutama untuk mereka yang memiliki gejala virus corona.

Sementara Vallance mengatakan tujuan dari langkah-langkah yang akan diperkenalkan oleh pemerintah adalah untuk menurunkan tingkat penyebaran dan angka korban meninggal.

"Apa yang tidak dapat Anda lakukan adalah menekan hal ini sepenuhnya, dan apa yang tidak boleh Anda lakukan adalah menekannya," katanya.

Johnson sendiri sudah tidak melakukan jabat tangan semenjak wabah virus corona semakin merebak di Inggris. Terakhir ia berjabat tangan adalah minggu lalu, pada kebaktian Hari Persemakmuran.

"Kami semua diberi instruksi untuk tidak berjabat tangan dan ada alasan bagus untuk tidak berjabat tangan. Ini sekaligus mengingatkan kepada kita semua betapa pentingnya untuk rajin mencuci tangan," kata Johnson.

Inggris melaporkan tiga korban tewas dan 278 kasus virus corona. Hal ini membuat warga cemas.

Peritel terbesar Inggris, Tesco, membatasi pembelian grosir untuk sejumlah produk seperti gel antibakteri dan tisu, pasta kering dan susu, yang mendadak diserbu pembeli.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita