Tangkal Corona, Dusun di Bantul Ini Larang Anak Kos Pulang Kampung

Tangkal Corona, Dusun di Bantul Ini Larang Anak Kos Pulang Kampung

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19, seperti halnya di Dusun Druwo, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di dusun itu, warga membuat aturan khusus kepada penghuni kos, seperti jam malam hingga imbauan tidak pulang kampung.
Kepala Dusun Druwo, Suharman membenarkan adanya kesepakatan yang tertuang dalam surat keputusan warga di Dusunnya. Kesepakatan itu berupa aturan khusus bagi para penghuni kos.

"(Surat keputusan itu dari) kesepakatan seluruh Pak RT (di Dusun Druwo), Karang Taruna dan Tokoh Masyarakat, dan dibuat tanggal 25 (Maret)," katanya saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/3/2020).

Pria berusia 55 tahun ini melanjutkan, kesepakatan itu muncul untuk menyikapi imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Virus Corona. Apalagi di Dusun Druwo banyak terdapat indekos yang penghuninya berasal dari luar DIY.

"Karena ada perintah dari Kelurahan (Bangunharjo) untuk mewaspadai (penyebaran) virus Corona (COVID-19). Apalagi banyak kos-kosan di sini dan kalau dihitung penghuni kos seratusan lebih," ujarnya.


Berkaca dari hal tersebut, pihaknya memberlakukan jam malam bagi para penghuni kos. Bahkan, warga membatasi order makanan melalui ojek online hingga pukul 23.00 WIB.

"Warga masyarakat sering menemukan (penghuni) kos-kosan yang keluar malam. Jadi kalau jam kunjung, terus keluar itu sampai jam 12 (malam) lebih, dengan kesepakatan itu sekarang dibatasi sampai sampai jam 9 (malam)," ucapnya.

"Terus itu juga (batasan jam order makanan lewat Ojol), karena jam 12 (malam) sampai jam 1 (pagi) masih ada yang suka pesan Go Food," lanjut Suharman.

Kendati demikian, dengan adanya aturan itu dia menyebut jika Dusun Druwo tidak melakukan lockdown atau menutup akses kampungnya.

"Jadi tidak (lockdown), hanya (membuat aturan) untuk kos-kosan saja. Aturan itu sudah berjalan dan saat ini Pak RT muter, yang punya kosan didatangi dan diberi sosialisasi," ucapnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita