Sempat 12 Jam Diisolasi di RSUP Djamil Padang, Penumpang Pesawat dari Malaysia Meninggal Dunia

Sempat 12 Jam Diisolasi di RSUP Djamil Padang, Penumpang Pesawat dari Malaysia Meninggal Dunia

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Seorang penumpang pesawat dari Malaysia meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Pasien tersebut dirujuk ke RSUP M Djamil Padang pada Senin (16/3/2020) pagi.

Pada Senin malam, pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof membenarkan pasien tersebut meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia, pasien telah menjalani pemeriksaan laboratoriun dan radiologi.

"Pasien diberikan alat bantu untuk pernafasan," katanya.

Gustavianof menyebut, pasien sempat dirawat di ruang isolasi selama 12 jam.

Namun pada pukul 21.20 WIB, pasien meninggal dunia.

Gustafianof menyebut, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit ginjal.

Pasien meninggal dunia tersebut, kata dia, belum bisa dinyatakan positif corona.

"Swab hidung dan tenggorokan juga sudah diambil," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan RSUP M Djamil Padang bersama Dinas Kesehatan Sumbar.

"Saat ini sudah dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan, kita menunggu hasil laboratorium selama empat hari ke depan," katanya.

Meski belum ada hasil dari laboratorium, namun pihak rumah sakit tetap menyelenggarakan jenazah sesuai standar Kementerian Kesehatan dan WHO.


Mulai dari memandikan, mengafani hingga menyalatkan jenazah dilakukan di RSUP M Djamil.

Setelah itu, jenazah dibawa ke kampung halaman pasien di Kerinci, Jambi.

Pasien Batuk dan Sesak Nafas

Sebelum meninggal dunia, penumpang dari Malaysia tersebut menunjukkan adanya gejala corona di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padang Ildamsyah mengatakan, penumpang tersebut dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Penumpang yang dirujuk tersebut mendarat di BIM sekitar pukul 07.30 WIB.

Dia menjelaskan, sesuai prosedur, KKP melakukan pemindaian suhu tubuh terkait dengan penyebaran Covid-19.

Dikatakannya, petugas KKP dibekali thermal scanner dan thermal gun.

Saat penumpang turun ditunggu dengan alat deteksi tubuh.

"Saat observasi, penumpang mengalami gejala batuk, sesak napas, suhu tubuhnya 36,6 derajat celsius dan kondisinya lemah," jelas Ildamsyah.

Ildamsyah menyebutkan, salah satu alasan dirujuk ke M Djamil ialah kondisinya yang lemah tersebut.

Dia mengatakan, petugas yang dikerahkan saat observasi ada enam orang, dilengkapi dengan APD standar.

Yakni masker laboratorium, kemudian sarung tangan, setelah itu siap dengan HAC (kartu kewaspadaan).

"Para petugas mengunakan pakaian khusus dalam pemeriksaan," katanya.

Selesai diperiksa, penumpang tersebut dibawa menggunakan tandu khusus sesuai standar operasional prosedur penanganan corona.

Lalu dibawa mengunakan ambulans dan dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Ildamsyah mengungkapkan, sebetulnya ada 29 penumpang yang turun dari maskapai itu.

"Penumpang yang kontak erat dengan dia ada di sekitar tempat duduknya itu yakni berjumlah 15 orang," terang Ildamsyah.

Penumpang tersebut diambil datanya dan disampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi.

"Dia baru diduga (suspect) Covid-19. Suspect itu artinya diduga setelah memang ditemukan ada gejala, untuk mempertegas diagnosis itu rumah sakit M Djamil Padang," tegas Ildamsyah.[tn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita