Perihal Virus Corona, Roy Suryo: Anies Baswedan dan FX Hadi Rudyatmo Rela Dibully Demi Membela Warganya
logo

15 Maret 2020

Perihal Virus Corona, Roy Suryo: Anies Baswedan dan FX Hadi Rudyatmo Rela Dibully Demi Membela Warganya

Perihal Virus Corona, Roy Suryo: Anies Baswedan dan FX Hadi Rudyatmo Rela Dibully Demi Membela Warganya


GELORA.CO - Pakar Telematika Roy Suryo memuji kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam menangani Virus Corona di wilayah pemerintahannya masing-masing. 

Menurut politikus yang sudah mundur dari Partai Demokrat itu, Anies dan Rudi (panggilan akrab FX Hadi Rudyatmo) rela dibully demi membela dan menyelamatkan warganya dari virus mematikan yang memiliki nama lain Covid-19. 

Melalui akun twitter pribadinya, Roy Suryo mengunggah dua berita yang menunjukkan statemen tegas Anies dan Rudi. "Tweeps, ini contoh 2 Statemen tegas dari Kepala daerah yang berani ambil resiko "dibully" demi Membela warganya: Goodbener @DKIJakarta @aniesbaswedan & Goodmajor Solo FX Hadi Rudyatmo," kata Roy sebagai keterangan dua berita tersebut. 

Lebih lanjut, Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga itu pun mendoakan Anies dan Rudi agar senantiasa diberikan kesehatan. "Kita doakan kepada Tuhan YME, Semoga Pemimpin-pemimpin Rakyat seperti ini selalu diberi Kekuatan & Kesehatan," ujar Roy. 

Seperti diketahui, Anies Baswedan telah mengambil kebijakan untuk meliburkan sekolah di Jakarta, bahkan menunda ujian nasional demi mengantisipasi penyebaran Virus Corona. Sementara itu, Rudi menetapkan Kota Solo dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona. 

Untuk diketahui, Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 atau virus Corona, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa jumlah kasus orang yang positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia berjumlah bertambah 27 orang sehingga total menjadi 96 orang per hari ini, Sabtu (14/3/2020).

Sebelumnya pemerintah mengumumkan jumlah pasien postif Corona sebanyak 69 orang.

"Jumlah kasus positif Corona total ada 96 per hari ini dari waktu kemarin kita laporkan 69 sekarang menjadi 96," kata Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).

Ia menyebutkan, data peningkatan kasus positif Corona 27 orang itu didaptkan dari hasil tracking oleh timnya.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 27. Ini didapatkan dari tracking yang kita kerjakan secara masif," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah adanya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, strategi penanganan Corona akan dirubah.

"Sudah barang tentu harus ada strategi yang kiya ubah lagi dan mnejadi titik pantau, menjadi titik berat, berkaitan dengan percepatan penanganan ini," ucapnya.