Demokrat Minta Pemerintah Segera Tetapkan Lockdown: Apa Tunggu Korban Banyak?
logo

26 Maret 2020

Demokrat Minta Pemerintah Segera Tetapkan Lockdown: Apa Tunggu Korban Banyak?

Demokrat Minta Pemerintah Segera Tetapkan Lockdown: Apa Tunggu Korban Banyak?


GELORA.CO - Total sudah 790 orang positif terjangkit virus corona (COVID-19) di Indonesia, 58 orang meninggal dan 31 orang dinyatakan sembuh. Angka pasien postif terus melonjak dari hari ke hari.  

Anggota Komisi VI DPR F-Demokrat Putu Supadma Rudana mendesak pemerintah segera melakukan lockdown (isolasi, pemutusan akses masuk dan ke luar). Sebab, menurutnya, virus corona sudah semakin mengganas. 

"Beberapa kali saya terus ingatkan pemerintah untuk segera melakukan lockdown dalam menghadapi virus corona ini. Tapi pemerintah tampaknya enggan melakukan itu. Apakah tunggu sampai korbannya banyak baru melakukan lockdown?" kata Putu kepada wartawan, Kamis (26/3). 

"Saat ini sudah 24 provinsi di Indonesia yang terpapar, lambat sekali kerjanya pemerintah kita ini. Katanya obat dari Tiongkok sudah datang? Apakah sudah disebar ke seluruh Indonesia dan kapan jadwal rapid test dilakukan? Pemerintah harus transparankepada masyarakat," tambahnya. 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) itu menilai sedari awal pemerintah Indonesia memang tidak siap dan cenderung menyepelekan virus corona. Dia khawatir jika pandemi corona di Indonesia tak segera berakhir, ekonomi Indonesia akan lumpuh total.  

"Terlihat dari banyaknya perusahaan yang mulai tutup seperti mal, kantor, cafe, bioskop dan lainnya. Dan yang paling terdampak tentu saja adalah sektor pariwisata, perhotelan, tekstil, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," katanya.  

Putu menyambut baik kebijakan pemerintah yang akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), namun menurutnya hal itu tidak cukup. Putu mendesak pemerintah juga memberikan jaminan bahwa tidak adanya PHK dan harus menjamin pemberian sembako door to door kepada buruh, dan pekerja harian.  

Rencananya, pemberian BLT oleh pemerintah itu sendiri akan diberikan untuk 15,2 juta rumah tangga di Indonesia pada bulan April.  

"Belum lagi masyarakat kecil, seperti pedagang, ojek online, ojek pangkalan, sopir angkot, sopir busway, pekerja kasar (kuli) jangan sampai pemerintah abai dengan mereka. Selain itu, pemerintah juga harus peduli kepada pelaku usaha di seluruh wilayah terdampak dengan memberikan insentif agar usahanya tak mati karena virus corona," sebutnya.  

Lebih lanjut, legislator dapil Bali itu berharap Presiden Jokowi mampu menunjukkan naluri dan insting kepemimpinannya dalam menghadapi virus corona ini.  

Dia meminta Jokowi tak hanya mengoreksi bawahan akan tetapi memberikan arahan dan konsep yang jelas. Bukan hanya membiarkan Ketua Gugus Tugas dan Juru bicara Penanganan COVID-19 yang menyampaikan hal penting kepada masyarakat.  

"Saya berharap, Pak Jokowi jangan sembunyi di belakang, tapi hadir di depan bersama para menteri dan ketua gugus tugas dan jubir penanganan COVID-19)," tandasnya.(kp)
loading...