Salahi Sistem Kaderisasi, Gibran Seharusnya Tak Dapat Rekomendasi PDIP Maju Pilwakot Solo

Salahi Sistem Kaderisasi, Gibran Seharusnya Tak Dapat Rekomendasi PDIP Maju Pilwakot Solo

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka maju di pemilihan walikota (Pilwakot) Solo sepertinya semakin mulus.

Sejauh ini Partai Golkar dan Partai Gerindra memberikan sinyal politik mendukung Gibran bertarung merebut kursi Walikota Solo.

Meski demikian Gibran tetap mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di DPP PDI Perjuangan Senin (10/2).

Direktur Paramadina Public Policy Institute (PPPI), AHmad Khoirul Umam menyatakan kalau partai berlambang kepala banteng moncong putih itu pragmatis nantinya suami Selvi Ananda itu akan mendapatkan rekomendasi.

Umam menyebutkan, Jika PDIP menjalankan sitem kaderisasi dengan ketat maka otomatis Gibran akan tidak mendapatkan Rekomendasi.

Alasannya, kata Umam, Gibran belum berkontribusi terhadapa partai besuan Megawati itu jadi salah stau alasan Gibran seharusnya tidak mendapatkan tiket rekomendasi.

"Kehadiran Gibran ini menyalahi sistem kaderisasi, dia belum pernah berkontribusi apapun terhadap PDIP selaku kader, kalau dia dapat karpet merah, itu membuktikan struktur mesin politik PDIP dikendalikan oleh patrimonialisme dan hegemoni elite partai yang berkarakter tidak demokratis," demikian kata Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (11/2).

Gibran sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan tampak sowan ke Walikota Solo Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo. Ketua DPP PDIP, Puan Maharani juga menyebutkan bahwa Gibran mengkitui mekanisme pencalonan yang ada di PDIP.

Gibran sendiri usai mengaku dirinya akan tetap setia terhadap PDIP apabila nantinya ia gagal mendapatkan tiket rekomendasi untuk diusung sebagai calon walikota Solo. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita