Ketika Dubes Rusia Bercerita Kepada Rachma Tentang Kontrak Pembelian Sukhoi Su-35

Ketika Dubes Rusia Bercerita Kepada Rachma Tentang Kontrak Pembelian Sukhoi Su-35

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Akurat, kuat, tahan lama, juga tahan banting. Begitu Dutabesar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Lyudmila Vorobieva menggambarkan kualitas alutsista buatan negaranya.

Penjelasan singkat mengenai kualitas alutsista buatan Rusia disampaikan Dubes Vorobieva ketika berbicara dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, dalam jamuan makan malam Hari Angkatan Bersenjata Rusia yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu malam (19/2).

Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas mengenai kualitas alutsista buatan Rusia, Dubes Vorobieva menceritakan kehebatan tank seri T-34 yang diproduksi Uni Soviet menjelang Perang Dunia Kedua.

Sepanjang Perang Dunia Kedua, Soviet memproduksi tak kurang dari 80 ribu T-34. Tank-tank inilah yang berhasil menembus pertahanan Wehrmacht, Angkatan Perang Nazi Jerman, yang akhirnya memaksa tentara Jerman menyerah kalah di bulan Mei 1945.

Bagi Rusia, tank T-34 adalah salah satu bukti keunggulan alat perang mereka.

Di tahun 2018, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, yang sedang berkunjung ke Laos mendapat informasi bahwa negara di Asia Tenggara itu masih mengoperasikan puluhan T-34. Setahun kemudian, Rusia membeli kembali sekitar 30 tank T-34 dari Laos.

Tank-tank itu dikirimkan dengan kapal laut ke Vladivostok dan tiba di awal Januari tahun lalu. Dari Vladivostok, semua T-34 itu dikirimkan ke Moskow menggunakan kereta Trans Siberia.

Dalam kesempatan itu Rachma juga bertanya kepada Dubes Vorobieva mengenai kelanjutan rencana Indonesia membeli pesawat Sukhoi dari Rusia.

Menjawab pertanyaan Rachma, Dubes Vorobieva menjelaskan bahwa kedua negara telah menandatangani kontrak pembelian sebelas Sukhoi Su-35 pada Februari 2018.

Namun sampai kini masih belum ada kepastian mengenai kelanjutan kontrak itu.

Dubes Vorobieva menduga, hal ini ada kaitannya dengan tekanan Amerika Serikat kepada Indonesia, seperti kepada negara-negara lain  yang ingin mendapatkan sumber alutsista alternatif.

Dubes Vorobieva menambahkan, Su-35 adalah salah satu pesawat terbaik yang ada pada masa kini. Indonesia, dia yakin, tidak akan rugi memiliki pesawat jenis itu.

Dubes Vorobieva juga menjelaskan, banyak ilmuwan dan industriawan Rusia yang membantu Amerika Serikat mengembangkan pabrikasi dan industri alutsista. Mereka pindah ke Amerika Serikat sebelum Perang Dunia Kedua.

Misalnya Igor Ivanovich Sikorsky yang mendisain sejumlah helikopter pesawat fixed-wing.

Di Rusia, Hari Angkatan Bersenjata atau Dyen' zaschitnika Otechestva dirayakan setiap tanggal 23 Februari untuk menghormati semua rakyat Rusia yang pernah bergabung dengan angkatan perang untuk membela kedaulatan negara. Tanggal 23 Februari merujuk pada modernisasi angkatan perang Uni Soviet di tahun 2018.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Angkatan Bersenjata Rusia 2020 bersama sejumlah Dutabesar dan Atase Pertahanan dari berbagai negara.

Putri Bung Karno itu berada di barisan terdepan bersama Dubes Lyudmila ketika acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara.

Atase Pertahanan Rusia Captain Navy Serguey Zhevnovatiy secara khusus juga mengucapkan terima kasih kepada Rachma yang telah menyempatkan hadir ketika memberikan sambutan pembuka.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita