Disebut Kebal Hukum, Ade Armando: FPI Baperan Laporan Saya 2 Kali Ditolak
logo

12 Februari 2020

Disebut Kebal Hukum, Ade Armando: FPI Baperan Laporan Saya 2 Kali Ditolak

Disebut Kebal Hukum, Ade Armando: FPI Baperan Laporan Saya 2 Kali Ditolak

GELORA.CO - Laporan FPI terkait pernyataan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando 'FPI Preman' ditolak Bareskrim Polri. Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar menganggap penolakan itu sebagai wujud nyata Ade Armando kebal hukum. Bagaimana respons Ade Armando?

"FPI baperan. Masak gara-gara laporan ditolak saya dianggap kebal?" ujar Ade Armando kepada wartawan, Selasa (12/2/2020).

Ade menilai ucapan Aziz justru menghina kinerja penegak hukum. Dia juga mengatakan laporan yang dibuat mengada-ada.

"Tuduhan itu menghina polisi, karena seolah menganggap polisi kerja nggak serius atau takut pada saya. FPI melecehkan polisi dan aparat penegak hukum. Mereka itu memang mengada-ada. Pasal yang digunakan adalah pasal 156 KUHP yang berisi larangan penyebaran kebencian terhadap golongan. Lho memang FPI itu golongan? FPi itu kan kumpulan orang saja. Bahkan, status mereka sekarang nggak jelas di mata hukum," ujarnya.

Ade Armando lantas mengungkapkan ada laporannya yang juga ditolak pihak kepolisian. Maka anggapan kebal hukum menurutnya tidak tepat.

"Laporan saya juga dua kali ditolak polisi. Yang pertama, saya melaporkan Prabowo dan kedua, Fahira. Keduanya ditolak karena tidak cukup barang bukti. Saya nggak marah," katanya.

Sebelumnya, FPI melaporkan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ke Bareskrim Polri terkait ucapannya yang mengatakan 'FPI Preman'. Namun laporan tersebut tidak diterima.

"Jadi sekali lagi di sini kita membuktikan bahwa ketidakadilan, lalu penegakan hukum yang tebang pilih itu terbukti di beberapa hal, termasuk kali ini kita buktikan sekali lagi, secara jelas nyata, pihak penyidik ditindak pidana umum menyatakan tidak mau memproses pelaporan kita. Padahal bukti sudah cukup, keterangan sudah jelas. Kemudian argumen sudah kita bantahkan," ujar kuasa hukum FPI Aziz Yanuar di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Aziz menyebut banyak kasus Ade Armando yang tidak diproses polisi. Karena itu, FPI menilai Ade Armando bebas melanggar hukum. Dia juga mengaku heran atas penolakan laporan itu. Dia kemudian menuding Ade Armando kebal hukum.

"Pertanyaannya, kami mau belajar dari dia dan iri gimana caranya kebal hukum. Kemudian, kalau laporan kayak gimana? Kan yang laporin Rocky Gerung rombongan mereka juga. Kayak Abu Janda langsung diterima dan diproses. Kita tanda petik iri dan pengen belajar," sebut Aziz.(dtk)
Loading...
loading...