Cita-cita Terakhir Gus Solah: Mengawal Muktamar NU Bebas Politik Uang

Cita-cita Terakhir Gus Solah: Mengawal Muktamar NU Bebas Politik Uang

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO – Budayawan Emha Ainun Nadjib atau biasa akrab disapa Cak Nun ini mengenang sosok almarhum KH. Salahudin Wahid atau Gus Solah. Salah satu pesan Gus Solah yang disampaikan ke dirinya, yaitu agar Muktamar Nahdlatul Ulama pada tahun mendatang bebas dari masalah politik uang. 

"Gus Solah itu cita-cita terakhirnya sebelum wafat adalah ingin mengawal Muktamar NU berikutnya, diusahakan supaya bebas dari money politic. Itu cita-cita Gus Solah sebelum meninggal. Jadi, muktamar NU yang berlangsung bersih sebagaimana khitohnya dulu," kata Cak Nun di kediaman almarhum. 

Menurut Cak Nun, Gus Solah yang juga adik dari almarhum Gus Dur memiliki tempat khusus di mata umat. Walau tak bisa disamakan, bagi Cak Nun, setiap orang, sebagaimana padi tidak bisa digantikan jagung, tapi jagung juga tak bisa digantikan padi. 

"Jadi, Gus Dur besar, Gus Solah juga orang besar. Cuma Gus Solah bukan Gus Dur, Gus Dur bukan Gus Solah, jadi fungsi dan perannya berbeda," katanya. 

Gus Solah, lanjutnya, melakukan banyak sekali pembaharuan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dia adalah orang yang mujtahid, itu orang yang mengupayakan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada.

"Berpikir kreatif, memajukan pesantren termasuk memikirkan negara dan bangsa. Beliau itu seorang mujahid, itu pejuang. Orang yang berjuang secara akal pikiran sehingga punya ide-ide baru yang bagus. Dan Alhamdulillah beliau sudah mempersiapkan regenerasi di pesantrennya," tuturnya. 

Tak hanya itu, kata Cak Nun, Gus Solah itu seorang yang modern, insinyur, doktor, jadi pemikirannya modern. 

"Kalau Gus Dur kan orang pesantren. Sehingga Gus Solah selalu bisa merasionalkan semua proses yang beliau buat. Gus Solah dalam menyikapi setiap pilpres juga agak berbeda dengan ulama-ulama pada umumnya, beliau lebih rasional dan punya pilihan yang jernih," katanya. 

"Beliau enggak bisa dikooptasi, diseret dan diganggu hal-hal yang sifatnya non nilai, seperti uang jabatan dan lain-lain. Beliau insya Allah orang yang konsisten terhadap itu," ujarnya.(*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita