Benarkah Veronica Serahkan Dokumen Tapol Papua ke Jokowi? Ini Jawaban Istana

Benarkah Veronica Serahkan Dokumen Tapol Papua ke Jokowi? Ini Jawaban Istana

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pengacara sekaligus aktivis hak asasi manusia, Veronica Koman mengaku timnya sudah menyerahkan dokumen tahanan politik (tapol) Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wanita yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Jawa Timur sejak September 2019 itu mengatakan dokumen tapol Papua diserahkan saat kunjungan Jokowi ke Canberra, Australia.

“Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia,” kata Veronica melalui keterangan pers, seperti dikutip dari akun Twitter, Senin (10/2).

“Kami juga menyerahkan nama beserta umur dari 243 korban sipil yang telah meninggal selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018, baik karena terbunuh oleh aparat keamanan maupun karena sakit dan kelaparan dalam pengungsian,” kata Veronica.

Veronica mendesak agar krisis politik dan kemanusiaan di Papua segera dihentikan.

Menurut Veronica, Jokowi pernah membeaskan lima tahanan politik Papua pada awal periode pertamanya tahun 2015 lalu.

Masyarakat Papua memandang keputusan Jokowi saat itu sebagai langkah yang penuh dengan harapan baru bagi Papua.

“Namun pada awal dari periode keduanya saat ini, terdapat 57 orang yang dikenakan makar yang sedang menunggu sidang. Langkah ini hanya akan memperburuk konflik di Papua,” imbuh Veronica.

Istana Bantah Terima Dokumen Tapol Papua

Pemerintah Jokowi membantah menerima dokumen tapol Papua dari Veronica Koman.

Klaim Veronica sendiri patut dipertanyakan. Sebab, Veronica tak menunjukkan bukti foto atau video penyerahan dokumen tapol Papua kepada Jokowi.

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono membantah klaim Veronica yang mengaku menyerahkan dokumen berisi nama-nama tahanan politik Papua ke Presiden Jokowi.

“Tidak benar kabar itu,” ujar Dini saat dikonfirmasi, Senin (10/2).

Dini menyatakan pihak istana juga tak pernah menerima dokumen apapun yang berkaitan dengan nama-nama tapol dan korban tewas Papua.

Ia memastikan informasi yang disampaikan Veronica tidak benar.

“Yang pasti informasi itu tidak benar,” kata Dini, seperti dilansir CNN Indonesia.[psid]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita