Risma Bukan Lawan Anies
logo

14 Januari 2020

Risma Bukan Lawan Anies

Risma Bukan Lawan Anies


Oleh: Setiawan Budi

Pembenci Anies kayak dapat mainan baru saat nama Risma di proyeksikan di pilkada DKI. Bagi mereka, Risma akan menjadi Gubernur DKI dan kalahkan Anies.

Halu dan kepedean kalau Anies akan anggap Risma sebagai lawannya.

Perlu diketahui ya, Berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), di Pasal 201 disebutkan jadwal Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung bulan November 2024.

Masa berakhir 5 tahun memang tahun 2022, dan setelah itu pimpinan kepala daerah akan diambil alih oleh Kementrian Dalam negeri dengan menunjul Plt selama 2 tahun kedepan. Baru pada 2024, kepala daerah periode 2017-2022 boleh mencalonkan kembali.

Aturan ini dibuat, untuk menyeragamkan waktu pemilihan umum serentak di tahun 2024.

Pasal 21 ayat (9) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Aturan itu mempersiapkan penyerentakan pilkada dan pemilu pada 2024. Untuk membuat waktu bersamaan, maka akan ada aturan yang mengatur kepala daerah yang menjabat saat ini.

Untuk kepala daerah pilkada hasil pilkada 2018, akhir jabatan mereka adalah 2023. Selesai jabatan, maka sisa 1 tahun berjalan menuju 2024 akan diambil alih oleh kemendagri dengan menunjuk Plt. Dan tahun 2024, mereka bisa mengikuti pilkada kembali.

Untuk kepala daerah hasil pilkada 2020, akan mengakhiri jabatan di tahun 2024. Hanya 4 tahun kekuasaan mereka, dan sisa 1 tahun akan diberikan kompensasi sebesar gaji pokok di kali 12 bulan. Dan mereka bisa mencalonkan diri kembali di tahun 2014 yang pelaksanaannya bersamaan dengan pemilihan prediden, anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD, Kabupaten, dan DPRD kota.

Untuk pertama kalinya, Indonesia berencana menyerentakkan pilkada, pileg, dan pilpres pada 2024. Tercatat ada 541 daerah yang akan menggelar pilkada selanjutnya.

MELIHAT FAKTA UU PILKADA

Dengan UU yang telah diberlakukan, maka Anies dan Risma kemungkinan akan bertarung untuk gubernur DKI di tahun 2024. Dan ditahun itu juga, ada pemilu presiden. Dan kecil kemungkinan Anies akan ladeni Risma di Pilgub DKI 2024.

Logika saya, Anies akan melepas pencalonan di Pilgub DKI 2024, namun mengikuti Pilpres 2024-2029.

Jadi sangat kecil kesempatan Risma Head to Head dengan Anies. Karena saat Risma proyeksinya adalah Gubernur DKI, Anies proyeksinya adalah Presiden RI.

Not apple to apple menyandingkan Risma dan Anies di pilgub DKI 2024. Bukan level Anies untuk berhadapan dengan Risma, Anies kemungkinan akan berhadapan dengan Ganjar atau RK di pilpres 2024.

Sudah paham kan?

Bawa ketawa aja saat foto Risma dijadikan kepuasan oleh pembenci Anies. Berharap Risma akan melawan Anies adalah Halusinasi mereka. Membawa euforia atas bersedianya Risma dibawa ke jakarta, adalah bentuk kepanikan mereka.

Ya maaf saja, level Anies bukan melawan Risma. Lawan Risma, Anies bisa menunjuk Camat di jakarta untuk melawannya.

Sorry kalau harus jujur bicara. (*)
Loading...
loading...