Sering Dituding Jadi Menteri Berbagai Urusan dan Intervensi, Luhut: Karena Saya Rajin
logo

9 November 2019

Sering Dituding Jadi Menteri Berbagai Urusan dan Intervensi, Luhut: Karena Saya Rajin

Sering Dituding Jadi Menteri Berbagai Urusan dan Intervensi, Luhut: Karena Saya Rajin

GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjawab tudingan yang selama ini mengarah padanya.

Luhut Binsar Pandjaitan seringkali dituding sebagai menteri yang turun tangan dalam banyak hal.

Dilansir dari channel Youtube Talk Show tvOne pada Jumat (8/11/2019), Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, satu di antara penyebabnya adalah latar belakangnya di dunia militer.

Awalnya, presenter Talk Show tvOne menanyakan soal Luhut yang disebut sebagai menteri segala urusan itu.

"Pak pernah dengar dong kalau masyarakat itu banyak sekali yang berkata apa-apa kok Pak Luhut ya, bahkan dibilang menteri semua urusan," tanya presenter.

Luhut lantas memberikan jawabannya.

Ia menyebutkan, hal tersebut dilakukannya karena melihat pengalamannya di bidang militer.

Menurut Luhut, dari pengalamannya itu, jelas bahwa seseorang tidak dapat bekerja sendirian.

"Karena saya rajin melihat pengalaman saya di bidang militer, tidak bisa kau kerja sendiri," ujar Luhut.

Ia menjelaskan, dirinya juga sempat memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kandidat menteri.

"Pak kita itu tidak hanya sekedar cari yang pinter pak, tapi menteri yang mau kerja sama dan mau dengar," katanya.

Pada kesempatan itu, menteri asal 72 tahun itu menegaskan bahwa posisi Menteri Kemaritiman itu memang melingkupi banyak hal.

"Sebenernya kan kemaritiman di mana saja itu bisa, di sini, di mana aja, karena kan di maritim luas banget," katanya.

Laut bukan hanya menyangkut masalah ikan, melainkan energi di dalamnya hingga meliputi potensi pariwisatanya.

"Air laut saja kita punya potensi 1,3 triliun dollar yang harus kita olah tapi kan ndak cuma 89 persen, baik itu dari ikannya, dari energinya, dari pariwisatanya dari macam-macam," jelas Luhut.

Menteri asal Sumatera Utara ini menjelaskan Kemaritiman dan Inventasi memang banyak berbicara masalah ekonomi.

"Memang Menko Perokonomian itu kan menangani menyangkut banyak ya, overlapping tidka begini ya tapi begini antara Menko Maritim dan Menko Perekonomian, jadi mereka mungkin banyak bicara soal stabilitas makro, fiskal itu kita banyak bicara eksekusinya," ujar Luhut.

Kendati demikian, hubungannya dengan Menteri Perekonomian yang sekarang, Airlangga Hartarto dengan yang dahulu, Darmin Nasution baik-baik saja.

Menurutnya, antar kementerian harus bisa bekerja sama dengan baik.

"Enggak juga. Saya dengan Pak Airlangga juga baik. Kemarin juga sama dengan Pak Darmin juga enggak ada masalah. Sebenarnya orang itu aja, kalau kita dewasa, pekerjaan tu banyak kok, enggak usah rebutan. Ya kalau kamu kerjain, kerjain aja yang penting selesai."

"Jadi jangan berebut. Karena presiden berulang kali mengatakan teamwork. Jadi antara kementerian di bawah saya dengan kementerian lain," jelasnya.

Sehingga inilah alasan mengapa dirinya sering kali mengurusi hal-hal yang dikira orang tak ada hubungannya dengan Menko Kemaritiman dan Investasi.

"Yang orang lain suka lupa dan itu mungkin mental kita pekerjaan itu harus diselesaikan secara holistik. Artinya seperti saya beri contoh mobil listrik gitu, banyak mempertanyakan atau ada yang mempertanyakan lah apa urusannya Menko Maritim ngurusin mobil listrik?"

"Padahal dia lupa, energi di bawah saya, SDM di bawah saya, perhubungan di bawah saya, industri itu ada di Menteri Perekonomian, ya saya undanglah rapat," ujar Luhut panjang lebar.

Lihat videonya mulai menit ke-3:57:


Loading...
loading...