IDI: Kenaikan Iuran BPJS Tidak Serta-merta Perbaiki Kualitas Pelayanan

IDI: Kenaikan Iuran BPJS Tidak Serta-merta Perbaiki Kualitas Pelayanan

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus menjadi polemik di tengah masyarakat. PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai kenaikan iuaran tidak akan berdampak kepada kualitas pelayanan menjadi baik.

Wakil Ketua Umum 1 PB IDI, Moh. Adib Khumaidi mengatakan, kualitas pelayanan kesehatan saat ini terganggu karena 80 persen rumah sakit (RS) yang bekerjasama dengan BPJS mengalami tunggakan dalam pembayaran oleh BPJS.

"Nah, ini yang saya kira menjadi hal yang sangat krusial karena dampak itu bukan semata-mata untuk RS, dokter dan SDM yang ada di RS, kualitas yang akan kita berikan akan bisa terdampak," ucap Moh. Adib Khumaidi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).

Dari permasalahan tunggakan pembayaran, kata Adib, pihaknya telah lama mengusulkan kepada pemerintah untuk kenaikan iuran peserta premium.

Namun, kenaikan iuran saat ini dinilai tidak akan menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu dikarenakan pemerintah hanya fokus kepada defisit.

"Ini yang saya kira kenaikan iuran tidak serta merta kemudian ada akan berdampak pada pelayanan. Saya masih belum bisa mengatakan bahwa kenaikan iuran akan berdampak pada kualitas pelayanan baik. Karena konsepnya hanya berbicara konsep mengatasi defisit saja," tutur Adib.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita