Gudang Kayu Sebelahan Pabrik Milik Jokowi Terbakar, Kerugian Rp 25 M
logo

10 November 2019

Gudang Kayu Sebelahan Pabrik Milik Jokowi Terbakar, Kerugian Rp 25 M

Gudang Kayu Sebelahan Pabrik Milik Jokowi Terbakar, Kerugian Rp 25 M

GELORA.CO - Kebakaran melanda pabrik milik CV Nuansa Kayu, di kompleks industri Desa Sambirembe, Kalijambe, Sragen. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 25 Miliar.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB. Api pertama kali dilihat oleh Joko Sulistyo (45), satpam PT Rakabu Sejahtera, pabrik kayu milik Presiden Jokowi, yang letaknya tak begitu jauh dari sumber api.

"Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari PT Rakabu. Saksi melihat kepulan asap berasal dari gudang pabrik, kemudian menghubungi Polsek Kalijambe dan pemadam kebakaran," terang Kalakhar BPBD Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono, saat dihubungi detikcom, Minggu (10/11/2019).

Banyaknya material mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Tak kurang dari 8 unit pemadam kebakaran dari wilayah Solo Raya, dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru bisa dijinakkan setelah petugas berjibaku selama empat jam.

"Sekitar pukul 5 pagi tadi api sudah padam. Tapi petugas terus melakukan penyemprotan air, untuk mengantisipasi bara api kembali terbakar," kata Sugeng.

Gudang Kayu Sebelahan Pabrik Milik Jokowi Terbakar, Kerugian Rp 25 MUpaya pemadaman kebakaran gudang kayu di Kalijambe, Sragen. (Foto: Istimewa)

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Agus Jumadi, mengungkapkan, api meludeskan seluruh isi gudang. Namum petugas berhasil mencegah kebakaran merembet ke tempat lain, mengingat wilayah tersebut merupakan kompleks industri.

"Gudang CV Nuansa Kayu berukuran 20 x 100 meter, terbuat dari dinding batako dan papan galvalum. Di dalam gudang berisi mebel jadi dan alat oven kayu, seluruhnya ludes terbakar," ujar Agus.

Agus melanjutkan, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun perkiraan sementara kebakaran ini terjadi akibat hubungan pendek arus listrik.

"Dugaan sementara korsleting (listrik). Namun kami akan melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pastinya. Kerugian ditaksir mencapai 25 miliar rupiah," terangnya.[dtk]
Loading...
loading...