Empat Oknum Polisi Terduga Pelaku Penabrak Mahasiswa di Makassar Diperiksa
logo

2 Oktober 2019

Empat Oknum Polisi Terduga Pelaku Penabrak Mahasiswa di Makassar Diperiksa

Empat Oknum Polisi Terduga Pelaku Penabrak Mahasiswa di Makassar Diperiksa

GELORA.CO - Pemeriksaan yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terhadap empat orang oknum polisi terduga pelaku penabrakan seorang mahasiswa dari Universitas Bosowa Kota Makassar, Dicky Wahyudi saat aksi unjuk rasa di Jalan Urip Simoharjo, Jumat 27 September 2019 lalu, diwarnai kericuhan.

Keempat oknum polisi tersebut diperiksa oleh Propam Polda Sulsel. Mereka pun akan langsung diproses apabila terbukti lalai dalam menjalankan tugas saat mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa terkait penolakan disahkannya RKUHP dan revisi undang-undang KPK.

"Sudah kita periksa empat, dan driver utamanya sudah kita amankan di Propam," kata Kepala Bidang Propam Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Hotman C Sirait di Makassar, Selasa (1/10/2019).

Hotman menerangkan dari hasil pemeriksaan terhadap keempat oknum polisi yang mengawaki kendaran taktis tersebut, katanya, mereka menabrak Dicky Wahyudi setelah dilempari bom molotov. Sehingga, jarak pandang mereka terhalangi oleh ketebalan asap saat hendak membubarkan massa aksi.

"Ada lemparan balik dari bom asap tersebut sehingga menghalangi jarak pandang dia. Tiba-tiba ada benturan sehingga dia mengerem disitu, ternyata si korban itu Dicky," terangnya. 

"Nanti kita lihat siapa yang lalai disitu, apakah drivernya atau yang memberikan perintah jalan ke depan atau situasinya seperti apa yang membuat dia terkejut seperti itu misalnya," Hotman menambahkan.

Ia pun menyebut bahwa mobil taktis yang menabrak Dicky Wahyudi ketika itu bukanlah jenis baraccuda, melainkan taktis tambora milik Dit Sabhara Polda Sulsel.

"Bukan baraccuda. Kalau baraccuda fatal sekali," jelasnya.

Akibat tabrakan tersebut, Dicky langsung dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapat pertolongan medis. Ia pun sempat berada di Kamar operasi saat kritis.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jendral Polisi Mas Guntur Laupe menuturkan saat bentrokan terjadi petugas berusaha melakukan pembubaran dengan menembakkan gas air mata ke arah massa. Selain itu, aparat pun juga mengerahkan mobil taktis untuk mendesak pengunjuk rasa agar segera mundur.

Namun salah satu massa aksi yang tak sempat menyelamatkan diri tertabrak mobil polisi tersebut.

"Tidak digilas, ditabrak aja. Sedikit luka di dada muda-mudahan itu segera disembuhan karena sekarang masih dalam perewatan. Kelihatannya dikolom tapi sebenarnya tidak," tutupnya.[ak
Loading...
loading...