Suara Irit Pendemo Bayaran, Bela Capim KPK demi Rp40 Ribu
logo

7 September 2019

Suara Irit Pendemo Bayaran, Bela Capim KPK demi Rp40 Ribu

Suara Irit Pendemo Bayaran, Bela Capim KPK demi Rp40 Ribu

GELORA.CO - Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) -- di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, padat pada Jumat (6/9) siang. Ratusan pegawai KPK tumpah di sana. 

Sambil membawa payung berwarna merah dan putih, mereka menyuarakan penolakan terhadap calon pimpinan KPK bermasalah dan revisi Undang-Undang KPK. 

"Lawan kalau tak sesuai dengan azas-azas prinsip pemberantasan korupsi, pencegahan korupsi yang telah kita tandatangani," kata Saut Sitomorang, Wakil Ketua KPK yang menjadi orator unjuk rasa.

Saut dan kawan-kawan tak sendiri. Aksi tandingan digelar di luar pagar Gedung Merah Putih. 

Puluhan orang yang menamakan diri sebagai 'Gerakan Mahasiswa Independen' berkerumun. Di atas mobil komando, seorang orator meneriakkan berbagai tuntutan melalui pelantang, seolah tak mau kalah dengan kerasnya suara orasi Saut. 

"Jangan sekali-kali mengintervensi sepuluh capim KPK. Sepuluh capim KPK ini putra-putri terbaik yang sudah diseleksi oleh Pansel," ucap si orator.

Hanya saja, orasi tersebut tak disambut riuh oleh massa pengikut aksi. Massa tampak tenang, irit bersuara. Bahkan, beberapa di antaranya akhirnya keluar dari kerumunan untuk membeli jajanan di seberang jalan. 

"Enggak tahu ngapain. Saya ikut-ikut saja," kata Prasetyo, pengunjuk rasa berusia 15 tahun yang datang dari wilayah Senen, Jakarta Pusat. Dia mengaku ikut aksi karena diajak teman dan ada bayaran. Namun, ia enggan mengungkapkan siapa yang membayar. 

Pengakuan senada disampaikan oleh Fikri, pengunjuk rasa berusia 16 tahun yang juga berasal dari Senen. Dalam aksi ini, Fikri bertugas memegang poster di barisan depan. Poster yang dipegang Fikri bertuliskan "Mengapresiasi Kinerja Pansel Capim KPK" dan "Mendukung Hasil Seleksi Pansel Capim KPK".

Meski begitu, dia tak tahu pasti apa tuntutan dalam aksi tersebut. Sebab, ia juga mengaku ikut aksi karena dijanjikan bayaran. Selain dirinya, Fikri mengatakan ada sekitar 60 orang lain yang mengikuti aksi karena dibayar. 

"Enggak tahu tuntutannya, yang penting dibayar Rp 40 ribu," ujarnya. 

Kerumunan yang melakukan aksi tandingan di gedung KPK tak hanya satu. Ada kerumunan aksi lainnya yang muncul bergantian di depan Gedung KPK. Meski demikian, tuntutannya sama: membela Pansel dan sepuluh capim KPK.

Aksi tandingan di depan KPK ini berlangsung setidaknya selama hampir dua jam. Mereka baru membubarkan diri setelah Saut dan para pegawai KPK menghentikan orasinya untuk kembali bekerja. [ktd]
Loading...
loading...