Pemerintah Mau Tempatkan Data Center di Luar Negeri, Sukamta: Sangat Berbahaya!
logo

9 September 2019

Pemerintah Mau Tempatkan Data Center di Luar Negeri, Sukamta: Sangat Berbahaya!

Pemerintah Mau Tempatkan Data Center di Luar Negeri, Sukamta: Sangat Berbahaya!

GELORA.CO - Anggota Komisi I DPR RI dari F-PKS, Sukamta angkat suara terkait rencana pemerintah merevisi PP No. 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) yang tidak mewajibkan data center swasta ditempatkan di dalam negeri.

Menurutnya, sangat berbahya jika negara memberi kesempatan data center ditempatkan di luar negeri, meskipun itu data. Maklum saat ini data digital menjadi sangat vital dan strategis. Jika dulu objek vital strategis itu berbentuk fisik, tapi sekarang ruang siber juga strategis, makanya data sangat sangatlah penting lantaran telah menjadi hajat hidup orang.

"Rencana revisi PP ini tidak sinkron dengan Pidato Presiden Jokowi yang menekankan kedaulatan data. Revisi PP ini ke depannya berpotensi bisa mengancam kedaulatan digital kita. Karenanya, Saya mendesak Pemerintah membatalkan Revisi PP No 82 tahun 2012 tentang PSTE ini." kata dia di Jakarta. Senin (9/9/2019)

Sekretaris Fraksi PKS ini juga menjelaskan perbankan, komunikasi, kependudukan, dan lain sebagainya sekarang menggunakan data. Hampir setiap urusan hidup sekarang meminta data pribadi. 

Dengan data-data yang ada, lanjut dia, dapat dianalisa perilaku masyarakat dan apa yang terjadi di sebuah wilayah negara. Meskipun itu data transaksi swasta, tetap itu bisa menjadi strategis dalam menganalisis dan memetakan perilaku masyarakat dan negara.

"Potensi ke arah sana pasti ada. Makanya kita cegah dari sekarang, jangan sampai ada celah yang bisa jadi liar dimanfaatkan. Jangan sampai data center ditempatkan di luar negeri, meskipun itu data sektor swasta." lanjut Sukamta

Selain itu, Sukamta juga berharap kewajiban penempatan data center di dalam negeri untuk semua jenis data, baik non strategis, strategis, dan swasta, bisa memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional kita, yaitu menambah pemasukan pajak dan peluang tenaga kerja bagi masyarakat kita.

"Jadi jangan dipertentangkan antara paradigma kedaulatan dengan ekonomi. Logikanya kan ekonomi tidak akan maju jika kedaulatan negara lemah," tutup Sukamta. [ts]
Loading...
loading...