Demokrat Bukan Diarahkan oleh SBY, Jansen Sitindaon: Gerindra Imam Politik Kami
logo

4 Juli 2019

Demokrat Bukan Diarahkan oleh SBY, Jansen Sitindaon: Gerindra Imam Politik Kami

Demokrat Bukan Diarahkan oleh SBY, Jansen Sitindaon: Gerindra Imam Politik Kami

GELORA.CO - Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengaku pihaknya tidak menerima arahan dari sang Ketua Umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melainkan ikut Gerindra yang disebut sebagai imam politik.

Hal tersebut disampaikan Jansen Sitindaon dalam tayangan Mata Najwa unggahan kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (4/7/2019).

Jansen Sitindaon sebagai pihak oposisi pemerintah menjelaskan kini pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menjadi koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Meski demikian, Jansen Sitindaon menegaskan saat ini pihak Demokrat belum menentukan sikap lantaran SBY masih dalam kondisi berduka setelah kepergian sang istri Ani Yudhoyono pada 1 Juni 2019.

Karena itulah SBY baru akan menentukan sikap politiknya setelah 40 hari kepergian Ani Yudhoyono.

"Tapi bagi Partai Demokrat ya, sekali lagi saya tekankan Mbak Nana, kami sesungguhnya sampai saat ini belum bicara sama sekali terkait persoalan koalisi-koalisi."

"Sampai selesai 40 hari meninggalnya Ibu Ani, jadi kami dalam posisi pasif, wait and see," ujar Jansen Sitindaon.

Jansen Sitindaon pun membeberkan bahwa selama ini Demokrat bergerak menurut pergerakan dari Gerindra yang disebut sebagai imamnya.

"Imam rombongan kami kemarin itu Gerindra, ketua rombongan Gerindra, ini Gerindra beberapa hari ini memang manuver politiknya ke sana ke mari," ujar Jansen Sitindaon.

"Mulai gerpol ke sana ke mari lain segala macam, kan begitu," imbuhnya.

"Tapi sekarang enggak ada imam lagi kan? Sekarang sudah enggak ada lagi imamnya?" tanya Ketua DPP PKB Lukman Edy.

"Itu makanya saya katakan imam politik kami kemarin, imam koalisi kemarin itu Gerindra," jawab Jansen Sitindaon.

Jika memang Demokrat mengikuti Gerindra, Najwa Shihab pun mempertanyakan apakah Demokrat juga akan mengikuti langkah Gerindra untuk gabung Jokowi.

"Kalau imamnya menunjuk ke arah sini (Jokowi), akan mengikuti imam?" tanya Najwa Shihab.

"Itu tanya teman-teman di sana, mau enggak terima imam ini kan begitu," jawab Jansen Sitindaon menunjuk kubu Jokowi.

Jansen Sitindaon berpendapat pergerakan politik yang dilakukan Demokrat nanti cenderung pada politik bisik-bisik tanpa dipublikasikan terang-terangan di depan masyarakat.

"Tapi yang pasti kaitannya dengan soal kerjasama begini, jenisnya itu bukan politik akrobatik, politik penggalangan, politik di depan publik, tapi jenisnya adalah politik berbisik."

"Duduk santai saja, cerita-cerita, enggak perlu tegang begini kan," terang Jansen Sitindaon.

Untuk ke depannya, Jansen Sitindaon menunggu keputusan Jokowi apakah akan mengajak Demokrat bergabung koalisi atau tidak.

Berikut video lengkapnya (menit ke-3:58):



[tn]
Loading...
loading...