Saat 'Bendera Putih' Abu Janda Dilempar Andi Arief
logo

15 Maret 2019

Saat 'Bendera Putih' Abu Janda Dilempar Andi Arief

Saat 'Bendera Putih' Abu Janda Dilempar Andi Arief

GELORA.CO - Permadi Arya atau Abu Janda menyampaikan ajakan damai ke politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief. Sayangnya, 'bendera putih' Abu Janda itu dilempar balik oleh Andie Arief.

Awal mula perseteruan Abu Janda dengan Andi bermula ketika politikus PD itu terjerat kasus narkoba. Abu Janda 'menghabisi' Andi Arief di akun Twitternya @permadiaktivis.

Dalam kasus narkoba, Andi disebut polisi menjadi korban, dia direhabilitasi, dan diperbolehkan pulang dari kantor polisi pada Selasa (5/3) malam.

Keesokan harinya, Abu Janda rupanya mengirim pesan damai ke Andi Arief lewat akun media sosial. Namun, permintaan maaf itu justru dilempar balik dengan cara diunggah ke akun Twitter.

"Salam kenal bang (emotikon merapatkan dua telapak tangan) selamat ya udah lepas urusannya. aku anggap kita udah impas bang (emotikon senyum) abang bully aku kmren urusan saracen, aku bully abang urusan ini. kalo abang ada waktu kita jumpa lah bang, ngopi. waktunya kita kirim pesan damai di medsos, 2 kubu berangkulan berjabat tangan, sapa tau bisa bantu ngademin tahun politik yang tinggal sebulan lagi. kalo abang setuju ide ini, kasih tau aja dimana kita ngopinya (emotikon senyum) ~ 
Permadi," demikian pesan damai Abu Janda ke Andi Arief.

Ajakan damai Abu Janda itu diunggah dalam bentuk gambar dari tangkapan layar ponsel (screenshot). Dilihat detikcom, pesan damai itu dikirim oleh Abu Janda pada Rabu (6/3).

Pesan maaf dari Abu Janda tersebut justru membuat Andi bingung.

"Ini dapat inbox abu janda @permadiaktivis ngajak damai, setelah upaya menghabisi gagal karena saya gak jadi tersangka. Saya bungung juga sama saracen alumna sambhar ini," cuit Andi Arief, seperti dilihat detikcom, Kamis (14/3/2019). Cuitan Andi Arief ditulis apa adanya.

Andi Arief kemudian mengunggah cuitan selanjutnya. Andi Arief menyebut bisa saja mempolisikan pihak-pihak yang mem-bully dirinya ketika dia diperiksa dalam kasus sabu.

"Agar hati-hati dan gak berspekulasi. ADA akibat hukumnya kalau saya persoalkan yg bully. Saya tidak tersangka dilepas bareskrim dan kedatangan saya di RSKO atas inisiatif sukarela," tulis Andi.

Dimintai konfirmasi terpisah, Abu Janda membenarkan soal pesannya untuk Andi. Dia hanya ingin semua pihak hidup dalam kedamaian.

"Biar pendukung berbeda kubu tapi kita apa namanya, ya berhenti bermusuhan, aku bilang begitu, aku ajak ngopi," sebut Abu Janda.

Cuitan Andi Arief pun dimaknainya sebagai penolakan. Maka dari itu, dia berniat untuk mem-bully Andi lagi.

"Kalau dari lihat dari tulisannya nggak mau diajak ngopi. Iya. Lagian kan kemarin kan aku pikir dia tersangkut masalah narkoba itu kupikir dia agak ngerem kan, rupanya gaspol lagi dia. Jadi ya udah, kita 'cebong' pun bully dia lagi juga, ha-ha-ha...," sebut Permadi Arya atau Abu Janda.

"Kita pikir kan, dia udah tersangkut kasus narkoba, rupanya nggak ngaruh juga, dia cuitannya masih 'gaspol' aja. Jadi ya kita juga udah bully lagi dia sih memang," imbuh dia.

Abu Janda sendiri mengaku dekat dengan PD, sehingga dia mengirim pesan tersebut kepada Andi Arief untuk meminta maaf. Abu masih membuka pintu untuk Andi Arief soal tawaran ngopi. 

"Aku nih pokoknya sama Demokrat ada hubungan dekatlah gitu. Jadi makanya ketika Andi Arief tersangkut masalah narkoba itu aku kirim itu. 'Bang, udah yuk kita ngopi yuk,' aku bilang gitu. Jadi itu udah lama itu waktu dia masih ditahan polisi itu," ujarnya.

"Kalau memang tawaran ngopi, tadinya kan aku bilang, makanya Abang kan mau gugat Rp 1 triliun Karni Ilyas, aku kan mau gugat Rp 1 triliun Facebook, manalah kita diskusi bareng, aku bilang gitu. Itu di komentarnya aku bilang gitu. Jadi tawaran dari aku masih terbuka," tambah Abu.[dtk]
Loading...
loading...