Wapres JK Akui Ada Kebocoran Anggaran, Sandiaga: Jangan Menutup Mata

Wapres JK Akui Ada Kebocoran Anggaran, Sandiaga: Jangan Menutup Mata

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno meminta seluruh pihak untuk tidak menutup mata mengenai isu kebocoran anggaran negara. Terlebih, kondisi tersebut juga dibenarkan wapres Jusuf Kalla dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kebocoran anggaran memang menjadi salah satu perhatian kubu Prabowo-Sandi selama ini. Meski saat ini ada perbedaan mengenai besarnya kebocoran yang terjadi, namun menurut Sandi yang jelas hal itu terjadi.

"Pak JK (Jusuf Kalla) bilang 7-15 persen, lalu KPK bilang ada 50 persen. Intinya ini ada, jadi jangan menutup mata dong," kata Sandi di Bengkulu ketika menemui sejumlah pendukungnya, Sabtu, 9 Februari 2019.

Menurut Sandi, kebocoran anggaran negara yang terjadi bukan dalam angka kecil. Bukti itu bahkan sudah pernah dilaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"KPK itu pernah bilang ke saya. Kalau mereka bisa saja OTT (Operasi Tangkap Tangan) setiap hari. Tapi bukan itu masalahnya," ujar Sandi.

Atas itu, ia berharap seluruh pihak untuk saling berkomitmen menyelesaikan masalah itu. "Jadi jangan saling menyalahkan. Kebocorannya telah terjadi," kata Sandi.

Isu kebocoran anggaran negara sebelumnya dilontarkan oleh Calon Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataannya Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut ada kebocoran sebesar 25 persen atau sekira Rp500 triliun dalam anggaran negara.

Namun pemerintah dan partai koalisi pendukung pemerintah tampak berusaha menegaskan bahwa tudingan Prabowo tersebut tak benar. [viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita