Tagih Janji Jokowi, 1.850 Perangkat Desa Ciamis Pergi ke Jakarta
logo

14 Januari 2019

Tagih Janji Jokowi, 1.850 Perangkat Desa Ciamis Pergi ke Jakarta

Tagih Janji Jokowi, 1.850 Perangkat Desa Ciamis Pergi ke Jakarta

GELORA.CO -  Sedikitnya 1.850 perangkat desa dari 258 Desa di Kabupaten Ciamis berangkat ke Jakarta. Mereka akan bergabung dengan perangkat desa se-Indonesia dalam Silaturahmi Nasional pada Senin (14/1/2019) di Jakarta.

Para perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Ciamis ini akan menuntut janji Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) perihal mengangkat perangkat desa jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Rombongan perangkat desa ini diangkut 35 bus dan sejumlah mini bus. Mereka diberangkatkan oleh Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana di Halaman Parkir Gedung Islamic Center Ciamis Minggu sore (13/1/2019).

Sekretaris Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis Akhmad Himawan menuturkan dalam silaturahmi nasional ini sebuah upaya pihaknya untuk mengingatkan janji Nawacita Presiden Jokowi. Salah satunya mengangkat perangkat desa menjadi PNS secara bertahap.

"Kita cuma mengingatkan, menagih janji pak Presiden, Janji adalah hutang kalau tidak ditagih takut dosa, masalah realisasi tidaknya tergantung kebijakan beliau. Cuma kita ingatkan bahwa perangkat desa punya peran penting dalam Pilpres dan Pileg, jangan sampai kita nekat," jelas Akhmad Himawan yang biasa disapa Mas Ahim.

Meskipun tidak diangkat menjadi PNS secara bertahap, perangkat desa ini menuntut kesejahteraan. Minimal setara dengan PNS golongan 2A ditambah dengan tunjangannya, karena saat ini penghasilan tetap perangkat desa di Ciamis masih dibawah upah minimum. 

Ahim menegaskan perangkat desa yang berangkat hanya perwakilan dari masing-masing desa. Sementara masih ada perangkat desa lainnya yang berada di Ciamis ikut mendoakan agar perjuangan ke Jakarta mendapatkan hasil.

Sementara itu, Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana menyampaikan dukungannya kepada perangkat desa yang akan memperjuangkan kesejahteraannya.

"Menurut kabar itu sudah dipertimbangkan dan mudah-mudahan dipenuhi oleh Pemerintah Indonesia. Kesana silaturahmi, mendengar langsung dari pengambil kebijakan. Semoga apa yang diperjuangkan akan menjadi kebijakan Pemerintah," ujar Nanang. [dtk]
Loading...
loading...