Ponorogo Pecah! Kunjungan Jokowi Disambut Warga Salam Dua Jari

Ponorogo Pecah! Kunjungan Jokowi Disambut Warga Salam Dua Jari

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) dengan agenda pengecekan Waduk dan pembagian sertifikat tanah, Jumat (4/1/2019).

Saat iring-iring kendaraan rombongan Presiden melintas kerumunan warga, sejumlah warga Ponorogo kompak mengacungkan “Dua Jari”.

Hal ini diketahui melalui unggahan Agi Betha di media sosial Facebook. Dalam unggahannya, Agi Betha menyertakan video dan sejumlah foto warga Ponorogo saat menyambut Presiden Jokowi.

Berikut postingannya:


PONOROGO PECAH YG KEDUA KALI…!

Hari ini rakyat Ponorogo bergembira ria. Mereka berjajar di pinggiran jalan yg dilalui pak Juk*wi. Anak2 sekolah, juga ratusan warga biasa, tak keberatan menunggu selama beberapa jam di jalanan. Yg penting bisa lihat pak Presiden.

Ketika sirine voorijder sudah berbunyi nguing-nguing, tanda mobil pak Presiden akan segera lewat, serempak warga berteriak sambil mengacungkan 2-JARI. Dua.. dua.. duaa..! Anak-anak sekolah menyoraki, mengacungkan 2 jari, sambil mengibarkan bendera merah putih kecil. Ada yg merekam video, dan sebagian lainnya jeprat-jepret ambil foto. Betapa nampak betul semangat rakyat memperlihatkan dukungan kepada Capres Nomor 2.

OOH.. rupanya mereka berkumpul bukan karena ingin melihat pak Presiden! Tapi justru ingin dilihat oleh Presiden bahwa masyarakat kompak memilih DUA. Betul-betul ini cara bersuara yg elegan dari rakyat Indonesia. Enak ditiru dan perlu. 

Menurut warga, biar saja jika ada pihak yg mematangkan acara penyambutan dengan mengajak anak sekolah dan masyarakat menyambut Presiden. Karena warga sudah kompak mementahkan dukungan, dengan cara memperlihatkan dengan tegas bahwa Mereka Pilih Dua.

Kejadian di Ponorogo ini telah disebarkan kemana2 lewat media sosial, oleh rakyat yg kini menjadi Pewarta bagi kegiatan mereka sendiri. Setiap dari warga kini menjadi Reporter, yaitu tukang lapor apapun kejadian di lapangan agar segera diketahui oleh warga di belahan kota, kabupaten, propinsi, dan pulau2 lainnya.


Ketika berita2 seperti ini tidak akan ditayangkan oleh media2 yg wartawannya bergaji, maka jurnalisme warga yg hanya bermodalkan keringat, kuota dan semangat, kini massive mengalahkan sebaran berita para jurnalis arus utama.

Itu adalah berita Jok@wi di Ponorogo yg pecah hari ini. Pecah yg pertama, terjadi ketika pada Maret 2015 Jok@wi mengatakan langsung di hadapan para petani bahwa ia akan bagi2 traktor ke petani Ponorogo. Rakyat tentu saja antusias, berbunga-bunga. Tapi setelah Jok@wi pergi, traktor2 itu langsung diambil lagi. Dinaikkan ke atas truk tronton, ikut pergi.

Peristiwa itu menyebabkan nama Jok@wi melegenda di Ponorogo sebagai presiden pembawa traktor tersingkat. Sebelumnya traktor diturunkan berjejer di sepanjang tepi jalan tempat acara berlangsung. Lalu Presiden pidato menyerahkan bantuan, wartawan ambil foto tentang kerja Presiden, acara usai, keperluan dokumentasi selesai, Presiden pergi, dan traktor dibawa lagi.

Setelah peristiwa tsb sempat jd polemik yg meluas, tim dari pusat dibantu daerah akhirnya turun menjelaskan. Bahwa traktor2 itu bukan diambil lagi, tapi dibawa untuk dibagikan kepada seluruh petani di Jawa Timur.

Tapi apa hendak dikata, rakyat setempat sudah terlanjur kecewa. Yg ada di benak mereka kini, ingat traktor ingat Jok@wi. [SR]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita