Mardani Prediksi Jokowi <i>Speechless</i> di Debat Perdana
logo

8 Januari 2019

Mardani Prediksi Jokowi Speechless di Debat Perdana

Mardani Prediksi Jokowi <i>Speechless</i> di Debat Perdana

GELORA.CO - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, capres nomor urut 01 Joko Widodo akan banyak termenung saat bahas soal isu HAM pada debat pertama 17 Januari 2019.

Pasalnya, terang Mardani, sampai saat ini Jokowi belum mampu mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kasus Novel terbengkalai, apalagi yang terjadi dengan masyarakat umum," kata Mardani di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Lebih jauh, Mardani menegaskan, Jokowi tidak bisa lagi menutup mata atas kasus HAM terhadap Novel.

Padahal, lanjut Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini, Jokowi sebagai Presiden mempunyai tanggung jawab moral untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Sekarang ini semua kendali masih ada di Pak Jokowi. Nah makanya nanti akan kita elaborasi," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai kerja tim dari Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, lambat. 

Sejak 11 April 2017 hingga saat ini, polisi tak juga berhasil mengungkap pelaku penyerangan Novel.

"Sampai saat ini, kejahatan yang dialami (Novel) belum terungkap, belum ada satu pun pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka. Komnas HAM menyimpulkan bahwa tim Polda bekerja terlalu lama," kata Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Diketahui, Novel diserang dua orang tak dikenal dengan menyiramkan air keras ke arah mukanya saat tengah berjalan pilang dari menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya. 

Akibatnya, kedua mata Novel mengalami kerusakan serius. Mata kiri Novel mengalami kerusakan 95 persen. Ia sempat dirawat di Singapura berbulan-bulan sejak kejadian itu dan baru kembali ke Indonesia pada 22 Februari 2018. Mata kirinya diimplan total dan mata kanannya harus memakai lensa. Novel kembali aktif bekerja di KPK pada 27 Juli 2018. [ts]
Loading...
loading...