Ferdinand: Jokowi Presiden Pertama Indonesia yang Paling Banyak Diolok-olok Rakyat
logo

8 Januari 2019

Ferdinand: Jokowi Presiden Pertama Indonesia yang Paling Banyak Diolok-olok Rakyat

Ferdinand: Jokowi Presiden Pertama Indonesia yang Paling Banyak Diolok-olok Rakyat

GELORA.CO - KEPALA Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menganggap Jokowi sebagai presiden pertama Republik Indonesia yang paling banyak diolok rakyat.

Pada kenyataannya, menurut Ferdinand, Presiden Jokowi seringkali berbohong dan ingkar janji. Sehingga dianggap Presiden yang tidak dihargai rakyat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand lewat akun twitternya @Ferdinand_Haean; pada Senin (7/1/2019) malam.

Ferdinand bahkan menuliskan Jokowi-sapaan Joko Widodo; tidak memiliki harga diri di hadapan rakyat.

"Jokowi adalah Presiden Pertama Indonesia yang paling banyak di olok-olok rakyat. Paling banyak diledek rakyat. Paling banyak dikritik rakyat. Paling banyak di bully rakyat," tulis Ferdinand.

"Baru kali ini seorang presiden hampir tak ada harganya didepan rakyat.!," tambahnya diakhiri tagar #2019GantiPresiden dan #KPUCurang.


Sikap rakyat, khususnya oposisi Jokowi lantaran tingkat kepercayaan rakyat kini semakin rendah.

Rakyat diungkapkannya tidak lagi percaya dengan pemerintah, terlebih pasca mencuatnya potret pencitraan Jokowi ketika mengunjungi lokasi bencana.

Potret kesendirian Jokowi ketika berada di tengah puing bangunan serta reruntuhan yang diposting lewat akun media sosialnya @jokowi; itu memang terkesan memprihatinkan.

Namun, setelah terungkap video di balik layar, adegan kunjungan Jokowi dipastikan direkayasa.

Berbanding terbalik dengan potret kesendirian Jokowi dalam postingan twitter maupun instagramnya ketika meninjau bencana, Jokowi ternyata didampingi puluhan pejabat, mulai dari kementerian, TNI dan Polri yang menjaga jarak ketika momen pemotretan.

Bukan soal pencitraan yang dipermasalahkan masyarakat jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, tetapi sikap Jokowi yang kembali memposisikan diri sebagai korban atau play victim dan memanfaatkan bencana alam sebagai latar pencitraan.

"Jokowi adalah Presiden Pertama Indonesia yg paling tidak dipercaya rakyatnya. Dia juga Presiden Pertama yang hiruk pikuk dgn foto2 pencitraan," tulis Ferdinand.

"Jokowi juga Presiden Pertama yg mati2an mempertahankan kekuasaannya bahkan ingin memperpanjangnya," tambahnya diakhiri tagar #2019GantiPresiden.


Jokowi Gagap di Depan Wartawan 


Tidak hanya semata pencitraan, rendahnya kepercayaan masyarakat juga dikarenakan Jokowi yang tidak dapat menjawab permasalahan.

Seperti ketika para wartawan mewawancarainya terkait nasib guru honorer di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat pada tanggal 2 November 2018.

Dalam video yang beredar dan viral di media sosial itu Jokowi terlihat gagap dihadapan wartawan. Jokowi tidak mampu memberikan solusi atas nasib ratusan ribu guru honorer yang tidak jelas statusnya saat ini.

Sejumlah peristiwa tersebut diduganya menjadi alasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membocorkan pertanyaan satu pekan sebelum acara debat antar kandidat Pilpres 2019 dimulai.

Debat yang dinilainya telah menghalangi rakyat melihat wawasan calon pemimpin bangsa.

"Jika melihat cara Jokowi merespon bbrp doorstop olh wartawan, contohnya hrs sampai mencet jidat waktu jawab ttg guru honorer, saya jadi tdk heran mgp paparan visi misi dibatalkan dan pertanyaan untuk debat diberikan lbh dahulu olh @KPU_ID," tulisnya diakhiri tagar #KPUCurang, #PuraPuraPemilu dan #JKWTakut.

Wawasan

Wawasan Jokowi digambarkan Ferdinand layaknya postingan Iskandar lewat akun @kandargalang; pada Senin (7/1/2019). Iskandar mengunggah video ketika Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menonton film Dilan 1990 di Mall Senayan City, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (25/2/2018) lalu.

Dalam video tersebut, Jokowi terlihat gagap menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan.

Sang Presiden yang didampingi oleh putrinya, Kahiyang Ayu pun terlihat sulit mengungkapkan pendapatnya tentang film Dilan 1990.

"Inilah apa..? Inilah.. Inilah.. Apaa? Eee.. Sebuah.. Apaa..?," ungkap Jokowi sembari mengangkat kedua tangannya dan menggelengkan kepala mencari kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan wartawan.

"Mungkin ini juga jd pertimbangan @KPU_ID ..Dikhawatirkan apabila Soal-soal debat Capres tdk dibocorkan duluan sblm 1 minggu acara debat..maka akan terjadi penampakan gaya2 demikian..krn beliau mumet gk tau apa yg mau dijawab krn tdk pernah dikasihh hapalan oleh tim..," tulis Iskandar.


"Kapasitas," tambah Ferdinand. [tribun]
Loading...
loading...