3 Eks Penyiar TV Bantu Persiapan Debat Jokowi-Ma'ruf
logo

8 Januari 2019

3 Eks Penyiar TV Bantu Persiapan Debat Jokowi-Ma'ruf

3 Eks Penyiar TV Bantu Persiapan Debat Jokowi-Ma'ruf

GELORA.CO -  Debat perdana capres-cawapres akan digelar pekan depan. Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat bantuan dari tiga mantan penyiar televisi dalam persiapan debat.

"Mantan-mantan penyiar TV, ada saya, Putra Nababan, Tina Talisa, yang semuanya pengalaman lebih dari 10 tahun di layar kaca," ujar Meutya Hafid kepada detikcom, Selasa (8/1/2018).

Meutya, Tina Talisa, dan Putra Nababan saat ini tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Ketiganya merupakan politikus partai koalisi pasangan nomor urut 01 itu. Meutya politikus Golkar, Putra bersama PDIP, dan Tina Talisa adalah caleg Partai NasDem.

Bukan hanya tiga eks presenter TV itu saja yang membantu Jokowi-Ma'ruf dalam persiapan debat. Setidaknya ada sekitar 15 orang yang masuk tim debat yang merupakan tim kecil dari TKN.

"Sebanyak 15 orang ya kurang-lebih sudah dengan tim teknis administratif. Ini tim kecil untuk membantu persiapan debat, bagian dari Tim Kampanye Nasional," jelas Meutya.

Beberapa anggota TKN lain yang tergabung di tim debat tersebut, seperti Abdul Kadir Karding, Lukman Edy, Aria Bima, Usman Kansong, Arya Sinulingga, hingga Ipang Wahid. 

Menurut Meutya, tak banyak yang dilakukannya untuk membantu Jokowi-Ma'ruf dalam hal public speaking. Sebab, keduanya sudah terbiasa berbicara di depan umum.

"Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin keduanya amat terbiasa public speaking ya. Jadi kami hanya memoles sedikit saja, terutama terkait adanya pengaturan waktu bicara yang ketat oleh KPU dalam sesi debat, itu mungkin perlu penyesuaian," jelas Meutya.

"Di luar dari itu keduanya sudah pembicara yang amat menguasai audiens," sambung anggota Komisi I DPR itu.

Tugas eks penyiar TV dalam persiapan debat itu lebih banyak membantu Jokowi-Ma'ruf pada hal teknis. Apalagi teknis debat KPU punya aturan tersendiri.

"Berbicara panjang di depan kamera tentu perlu sedikit penyesuaian karena beda dengan public speaking, lama juga kan, dua jam lebih. Keduanya sekali lagi sudah terbiasa, tapi tetap kita ingin semua maksimal," ucap Meutya. [dtk]
Loading...
loading...