Dituding Selingkuh, Ketua GP Ansor Jepara Disebut Lagi Urusan Bisnis dengan ES
logo

6 Desember 2018

Dituding Selingkuh, Ketua GP Ansor Jepara Disebut Lagi Urusan Bisnis dengan ES

Dituding Selingkuh, Ketua GP Ansor Jepara Disebut Lagi Urusan Bisnis dengan ES

Foto: Taufik Hidayat, penasihat hukum SA

GELORA.CO -  Tuduhan perselingkuhan oleh MAA yang ditujukan pada kepada Ketua Ormas GP Ansor Kabupaten Jepara, SA dan ES, sesama warga Jepara, merupakan fitnah besar. Bahkan akibat dari fitnah tersebut, berdampak pada psikologi keluarga SA.

Penasihat hukum SA sekaligus mewakili pihak keluarga, Taufik Hidayat, Selasa (11/5/2018) menjelaskan, bahwa sebenarnya hubungan keduanya tidak lebih dari persahabatan. 

Mengingat keduanya adalah pengusaha, sehingga tidak jarang mereka saling bertukar informasi urusan bisnis yang digeluti.

Terkait beredarnya informasi bahwa SA  dan ES pergi ke Semarang, hal itu karena keduanya kebetulan punya jadwal kegiatan yang sama. 

ES ke Semarang dengan tujuan urusan bisnis rias di Hotel Grand EDGE di Jalan Sultan Agung, sementara SA akan menghadiri acara musyawarah organisasi pengusaha muda yang digelar di Hotel Grand Candi Semarang Jalan Sisingamangaraja Semarang, 8 November 2018 lalu. 

Seusai mengantar ES ke Hotel Grand EDGE, SA langsung menuju lokasi digelarnya acara musyawarah organisasi pengusaha muda tersebut di Hotel Grand Candi Semarang.

Sebagai umat beragama yang taat, SA memperlakukan ES layaknya sebagai sahabat perempuan yang dia hormati. Latar belakang SA memiliki pengetahuan agama yang kuat, tentunya sangat tahu bagaimana sikap saling menghormati satu dengan yang lain.

Kalau klien kami dituduh berbuat selingkuh seperti dilaporkan MAA ini jelas fitnah besar. MAA menceritakan telah membuntuti dari Jepara-Semarang hingga seolah-olah dua sahabat ini berbuat asusila, jelas ini fitnah besar. Mereka itu orang yang taat agama dan paham norma agama," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima RMOLJateng, Rabu (5/12/2018).

Taufik menegaskan, cerita yang disampaikan MAA ke publik pun sangat janggal dan cenderung mengada-ada. Karena tanpa berdasar bukti yang jelas.

"Jika mereka satu kamar mengapa tidak di dobrak? Jika MAA menuduh ada hubungan asusila, mengapa tidak dilaporkan polisi saat itu juga?" tegas Taufik.

Selanjutnya, seusai SA menghadiri acara di Hotel Grand Candi Semarang, ia kemudian menjemput ES yang juga telah selesai urusan bisnisnya, kemudian mereka berencana pulang ke Jepara. 

Namun, tiba-tiba di parkiran hotel Hotel Grand EDGE, MAA bersama beberapa orang yang mengaku pengacaranya, mencegat dan melontarkan tudingan fitnah ke SA.

Menurut Taufik, jika orang tersebut benar-benar pengacara, mestinya mengetahui tentang prosedur aturan hukum yang benar.

"Bukan dengan menghadang di parkiran dan merekam video dengan membangun narasi seolah-olah tertangkap tangan perbuatan tidak senonoh. Ini justru seperti bullying (intimidasi) pada SA," ujar Taufik.

Taufik mengungkapkan, seusai peristiwa di hotel tersebut,  SA menerima banyak ancaman dan upaya pemerasan dari sejumlah pihak.  

Hal itu disampaikan Samsul pada kuasa hukumnya dari kantor Law Office Taufik Hidayat n Partners. 

"Kami sudah mengantongi identitas pihak-pihak yang berupaya melakukan pemerasan klien kami," tegas Taufiq.

Tak disangka, pada 16 November 2018 ternyata MAA membuat laporan ke Polrestabes Semarang, dengan tuduhan yang sangat keji. 

Ini jelas ironis dan cenderung mengada-ada," tegas Taufik.

Hal ini membuat SA dan keluarganya merasa sangat terpukul. Terlebih, tudingan tersebut juga telah disebarkan ke masyarakat luas dan menjadi sorotan publik. Di sisi lain, SA tidak pernah mendapatkan kesempatan konfirmasi atas pemberitaan tersebut. 

SA pun kini lebih banyak berdoa pada Allah SWT agar fitnah ini segera dihilangkan, dan memilih berdiam diri di rumah.

Terkait fitnah tersebut, Taufik menegaskan, tak menutup kemungkinan pihaknya akan membuat laporan balik ke aparat penegak hukum atas pencemaran nama baik. 

"Tidak menutup kemungkinan kami akan lakukan laporan pencemaran nama baik, presekusi, ancaman pemerasan dan ancaman kekerasan. Terlebih sudah disebarkan di media masa," tegas Taufik.

Taufik pun menegaskan mengenai kekeliruan penyebaran informasi yang ada, bahwa SA sudah tidak aktif dalam organisasi kepemudaan maupun Ormas seperti yang diberitakan.

"Pak SA sudah lama tidak aktif, sekarang banyak konsentrasi pekerjaan dan keluarga," pungkasnya. [rmol]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...