Telusuri Jual-Beli Blangko e-KTP, Malah Temukan Praktik Pembuatan e-KTP Palsu
logo

8 Desember 2018

Telusuri Jual-Beli Blangko e-KTP, Malah Temukan Praktik Pembuatan e-KTP Palsu

Telusuri Jual-Beli Blangko e-KTP, Malah Temukan Praktik Pembuatan e-KTP Palsu


GELORA.CO - Jual beli blangko e-KTP belakangan jadi sorotan. Jual beli ditemukan di toko online hingga di Pasar Pramuka, Jakarta Pusat.

Tim AKURAT.CO mencoba menelusuri praktik jual beli blangko itu di Pasar Pramuka. Sayang tak ditemukan praktik itu karena lokasi sepi.

Namun AKURAT.CO menemuka fakta lain. Di lokasi itu ada praktik pembuatan e-KTP palsu. Pemesan tidak perlu menunggu apalagi mengurus surat, dengan hanya merogoh Rp 700 ribu semuanya bisa diatur.

Lokasi ini, bisa diakses melalui jalan Salemba Raya dari arah Salemba, tepat dibawah flyover Pramuka kios stempel berjejer dipinggir kiri jalan. Jika dari arah Matraman anda bisa menggunakan jalur Matraman Raya dan berputar arah dijalan Salemba. 

Etalase yang dipenuhi stempel berwarna merah menghiasi kios. Beberapa banner jasa pembuatan stempel dan ijazah juga terpajang di atas kios. Semrawutnya kabel membuat pemandangan ratusan jasa pembuatan stempel ini kian runyam. Beberapa motor pun nampak terparkir di depan kios. 

Penuturan diutarakan oleh juru parkir yang biasa mangkal di kios stempel di jalan Pramuka Raya, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih. Sebut saja Adul. Pria yang kesehariannya mengatur motor di sekitaran kios stempel ini paham betul keinginan konsumen.

Bisa dibilang, Adul punya relasi khusus dengan pengusaha stempel atau jasa pembuatan cap dilokasi tersebut. Saat tim AKURAT.CO menyambangi lokasi, dengan sigap ia menyapa.

"Mau bikin ape bang, liat aja dulu," tuturnya di Sabtu (8/12) siang.

Penuturannya membuat praktik pemalsuan kian ketara. Meski bukan hal yang tabu, stock blangko e-KTP yang didapatkan oleh pembuat masih jadi tanda tanya.

"Gak lama buatnya, paling setengah jam kelar. Harganya ya bisa diaturlah," tutur Adul saat ditanya kesediannya mengantarkan tim ke salah satu lapak stempel.

Namun, berhubung beberapa toko sedang tutup, Adul berkilah agar tim kembali pada Senin depan. Ia juga menyuruh untuk membawa surat keterangan KTP sementara dari kecamatan.

"Balik aje lagi Senen dah yak. Sekarang lagi pada libur. Biasa weekend gini kan mereka kumpul bareng keluarga," jelasnya.

Terakhir, saat disinggung soal dana yang harus disiapkan bagi mereka yang mau membuat E-KTP palsu sebesar Rp 700 ribu.

" Ya kalo mau kurang bisa. Tapi sedikit, "imbuh Adul sembari mengepulkan asap rokok. [akr]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...