Pimpinan KPK: Kita Ingin Ciptakan Orang Mirip Tuhan, Bukan Dewa Lagi
logo

11 Desember 2018

Pimpinan KPK: Kita Ingin Ciptakan Orang Mirip Tuhan, Bukan Dewa Lagi

Pimpinan KPK: Kita Ingin Ciptakan Orang Mirip Tuhan, Bukan Dewa Lagi

GELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara rapat koordinasi nasional (rakornas) dan penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Nantinya, akan ada proses penandatanganan komitmen implementasi pendidikan antikorupsi oleh Ketua KPK, Kemendagri, Kemenristek, Kemendikbud dan Kemenag.

Saut dalam sambutannya berharap, sejak dini karakter berintegritas bisa ditanamkan ke anak-anak dengan berbagai macam cara.

"Mari kita mulai dari awal membangun karakter anak-anak agar berintegritas dari awal, dari nol supaya mereka berintegritas. Setiap tahun kami membuat karakter dengan berbagai cara," ungkapnya di hotel Kartika Candra, Selasa (11/12).

Adapun menurut Saut, berbagai cara yang bisa diterapkan untuk membuat anak-anak memiliki sifat baik, seperti guru-guru di sekolah menanamkan kebaikan agar generasi mendatang bisa menjadi orang berguna.

"Dan itu lah kurikulum yang harus kita ciptakan, orang yang ramah, sopan, sangat rendah hati, menolong orang lain, penyayang, itu kan sifat-sifat ilahi. Kita bukan menciptakan orang setengah dewa lagi, Pak, kita menciptakan orang mirip Tuhan sekarang. Kalau enggak dilakukan kita enggak mampu bersaing. Kita akan membentuk orang-orang yang datang dalam bentuk kotak-kotak tadi," jelasnya.

Selain itu, Saut ingin agar pihak terkait bisa mengajarkan anak-anak bersaing dengan orang-orang dari negara lain di masa depan. Saut menyebut sekolah menjadi salah satu tempat yang sangat menentukan karakter anak bangsa.

"Saya mengatakan kalau umpamanya karakter kita lakukan dalam awal bangsa ini terbentuk di situ bicara hak dan kewajiban terhadap lingkungannya. Kita nggak mau mata pelajaran ini, suatu saat kita sudah pensiun semua, sekali lagi mari kita buat integritasnya yang benar," tukasnya.

Di lain sisi, dengan adanya penandatangan integritas itu, Saut berharap dapat membuat anak-anak di Indonesia berintegritas, memiliki kejujuran dan tidak mudah hilang.

Terakhir, mengenai nilai integritas, Saut menjelaskan bahwa KPK memiliki 9 poin dalam membentuk kepribadian seseorang. Dia berharap hal itu juga bisa diterapkan dalam pendidikan anak-anak guna mewujudkan pendidikan antikorupsi.

"Yang saya sebutkan tadi mulai dari jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, sederhana, adil, berani, disiplin dan kerja keras tadi itu 9 nilai di KPK. Apakah orang kalau memiliki 9 nilai itu dia jadi memperlemah dirinya? menjadi tidak punya daya saing di negara kita," kata Saut.

"Jujur, mandiri, berani, tanggungjawab, sederhana, adil, kami menyebutnya 9 nilai di KPK. Nanti akan kami ajarkan mulai dari SD sampai pensiun. Bahannya sudah disiapkan. KPK masuk ke dalam 9 nilai itu. 9 nilai itu kami menyebutnya integritas," pungkasnya. [jpc]
Loading...
loading...