Mardani: Sandiaga Bikin Takut Petahana

Mardani: Sandiaga Bikin Takut Petahana

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Muncul tagar SandiwaraUno usai video mengenai poster 'Sandiaga Pulanglah' dalam salah satu kampanye Sandiaga Uno di Sumatera Utara dituding hanyalah rekayasa. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, menyebut serangan itu muncul karena efek Sandi yang bikin takut petahana.

"Sandi tekun mendatangi pemilih hingga ke level kecamatan bahkan. Ini menakutkan petahana karena itu muncul berbagai serangan," kata Mardani saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2018).

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut tagar SandiwaraUno di Twitter merupakan respons publik dari spanduk 'Sandiaga Pulanglah' yang dituding rekayasa. Hasto meminta kubu Sandi tak bermain peran sebagai korban.

Bagi Mardani, pihaknya hanya akan fokus dengan agenda sendiri. Dia yakin tahun depan ada pergantian presiden lewat Pilpres 2019.

"Buat kami, the winner focus on winning dan the loser focus on others. Kami fokus turun ke pemilih. Masyarakat sekarang cerdas membedakan mana yang tulus dan mana yang pencitraan. Insyaallah #2019GantiPresiden," jelas Mardani.

Sementara itu, Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin meminta tak ada tuduhan-tuduhan kepada cawapres Sandiaga Uno, termasuk tagar SandiwaraUno. Dia mengajak semua pihak tabayun terhadap video poster 'Sandiaga Pulanglah' dan tak langsung menuduh, juga membuat komentar macam-macam. Dia menyebut Sandi bukan baru pertama kali kampanye di pasar.

"Kami mengajak untuk melakukan kampanye yang sehat, yaitu kampanye yang berfokus pada ide dan program. Jangan lagi ada diksi kontraproduktif. Kami biarkan masyarakat yang menilai. Pak Sandi itu ratusan kali lakukan kunjungan ke pasar sejak di Pilkada DKI. Apakah pernah ada cerita sekali saja dia pakai politik rekayasa?" kata Suhud saat dikonfirmasi terpisah.

"Bagi kami di BPN Prabowo-Sandi tak terpikirkan sama sekali berkampanye menggunakan cara-cara rekayasa 'playing victim' seperti yang dituduhkan itu," jelas Suhud.

Suhud sudah menegaskan bahwa Prabowo-Sandi tak pernah berpolitik atau berkampanye melalui rekayasa. Dia lantas mengungkit poster 'Raja Jokowi'.

"Jangan lupa kasus Pak Jokowi berpakaian ala raja Jawa yang dituduhkan sebagai 'fitnah' pihak lawan. Ternyata yang melakukan pemasangan kawan mereka sendiri. Sebaiknya fokus pada kampanye sehat. Tidak perlu melontarkan tudingan yang tidak perlu yang dapat menimbulkan kegaduhan," imbau Suhud. [dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita