Kubu Prabowo: Bukan Prestasi Kalau Bangun Tol Mirip Kerupuk

Kubu Prabowo: Bukan Prestasi Kalau Bangun Tol Mirip Kerupuk

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara menyatakan, klaim pemerintah Joko Widodo berhasil membangun tol Trans Jawa tidak terbukti.

Pasalnya, ada bagian talut jalan tol yang ambrol, padahal baru beberapa hari diresmikan. Tepatnya di kilometer 489 di Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

“Bukan prestasi namanya kalau pemerintah bangun tol seperti kerupuk. Pembangunan infrastruktur harus berkelanjutan. Sayang uang hasil utang tapi produk pembangunannya tidak berkelanjutan,” ujar Suhendra di Jakarta, Kamis (27/12)

Suhendra menduga kerusakan serupa bisa terjadi di lokasi lain. Karena itu, mantan staf khusus Menteri Pekerjaan Umum ini mendesak pemerintah melakukan audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa.

“Harus ada audit total terhadap pembangunan jalan tol Trans Jawa. Ini menyangkut keselamatan masyarakat pengguna jalan tol. Jangan sampai keselamatan mereka dikorbankan gara-gara proyek kejar tayang ini,” ucapnya.

Suhendra menambahkan pembangunan seluruh proyek infrastruktur era Jokowi termasuk jalan tol Trans Jawa terkesan terburu-buru dan dikebut untuk kepentingan kampanye.

Hal itu tersirat saat Presiden Jokowi memberi tenggat waktu kepada jajaran menterinya agar menyelesaikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur sebelum April 2019.

Suhendra menilai, pembangunan proyek infrastruktur kejar tayang menyebabkan kualitas bangunan dan keselamatan pekerja tidak terjamin.

Dia pun menilai sudah sepatutnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pro-aktif melakukan audit atas proyek-proyek infrastruktur tersebut.

“Jangan hanya sekadar tayang tapi kualitas infastruktur dan keselamatan pekerja jadi nomor sekian. Sudah ada contoh kecelakaan kerja sangat banyak terjadi sepanjang 2018,” pungkas Suhendra. [jpn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita