Indeks Demokrasi Indonesia Menurun, Aktivis Tionghoa: Itu karena Leadership Jokowi Lemah

Indeks Demokrasi Indonesia Menurun, Aktivis Tionghoa: Itu karena Leadership Jokowi Lemah

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Indonesia mengalami penurunan indeks demokrasi. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, sosial politik serta ekonomi.

Berdasarkan data dari The Economist's Democracy Index, indeks kualitas demokrasi Indonesia anjlok 20 peringkat dari 48 menjadi urutan 68. 

Sebelumnya, ekonom kawakan Dr. Rizal Ramli mengatakan bahwa penurunan indeks demokrasi di Indonesia salah satu indikatornya karena di lingkaran Presiden Joko Widodo banyak eks Orde Baru.

Menanggapi statement RR, aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma mengamini apa yang disampaikan mantan Menko Kemeritiman era Jokowi itu.

"Pak Rizal Ramli terlalu halus menyampaikannya, intinya demokrasi di Indonesia zaman Jokowi udah parah. Bukan masalah Orba, kalau leadershipnya Jokowi bagus apapun bisa diatasi," kata Lieus kepada trdaksi, Senin (17/12).

Ditambahkan Lieus, SBY menjadi presiden selama 10 tahun dan tidak terjadi banyak penangkapan ulama dan aktifvis seperti era Jokowi saat ini.

"Di zaman Pak SBY enggak ada tuh yang ditangkepin. 10 tahun loh Pak SBY ngejabat," kata dia.

Hal itu, menurut Lieus terjadi karena kepemimpinan yang dimiliki Presiden Jokowi dinilai sangat lemah.

"Itu karena lidership Jokowi lemah," tutup Lieus. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita